Merengkuh Lara

Merengkuh Lara

  • WpView
    Reads 116
  • WpVote
    Votes 28
  • WpPart
    Parts 5
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Wed, May 27, 2026
Ellen Mirabelle Mona tumbuh dengan satu pertanyaan yang tak pernah terjawab: Mengapa ia tidak pernah ada di keluarganya sendiri? Di saat ia harus menerima dinginnya dunia sejak kecil, seorang malaikat kecil hadir sebagai pusat kehangatan yang tak pernah ia miliki. Vanya Calestine Amora. Adiknya. Namun, takdir seperti sedang mempermainkan mereka, kedua bersaudara itu lahir dari rahim yang sama, namun tumbuh dengan nasib yang berbeda. Vanya tumbuh dengan limpahan kasih sayang, sementara Ellen dibiarkan layu dalam bayang-bayang penolakan yang gelap. Namun anehnya, Ellen tidak pernah benar-benar mampu membenci Vanya. Ia hanya terlalu lelah untuk berharap, dan terlalu kecewa pada orang tuanya. Di balik sikap dinginnya dan deretan kata-kata menyakitkan yang ia lontarkan setiap hari kepada sang adik, tersimpan sebuah luka yang bahkan Ellen sendiri tidak berani akui. Kini, Ellen berdiri di atas sebuah jembatan, menatap arus yang seolah memanggilnya. Ia harus memilih: terus memeluk egonya atau mencoba merajut kembali hubungan yang sejak awal memang tidak benar-benar utuh. "Kapan giliranku untuk benar-benar dianggap ada?" ••• "Kak, tahu nggak? Cita-cita aku bukan jadi seorang atlet. Aku cuma pengen jadi orang yang paling Kakak sayang di dunia ini. Itu saja udah cukup buat aku." ••• Start: 10 April 2026 Cover by Canva No Plagiarism! Denda 200M dan dosa seumur hidup
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Halo, Kanael!
  • ELION (bl)
  • Trouble Maker
  • The Antagonist Hates Socializing [End]
  • ELIAN ✓
  • Auto Save!
  • Target Si Supir
  • Lysander Lowell De Villiers
  • Desa Jragat [End] [Revisi]

Kecelakaan tragis sembilan tahun lalu telah merenggut paksa dunia Kanael, hanya menyisakan raga yang tumbuh dengan jiwa yang terperangkap di usia balita. Bertahun-tahun Kanael hidup sebagai bayangan di rumahnya sendiri. Menjadi pelampiasan amarah yang tak berujung, dan dianggap tak lebih berharga dari sekadar beban. Di rumah itu, Kanael belajar bahwa keluarga adalah awal dari rasa sakit. Namun, saat Kanael pikir dunia benar-benar telah berakhir, ia justru menemukan rumah yang sesungguhnya. Tempat di mana Kanael tak perlu lagi meringkuk gemetar di kolong tempat tidur yang dingin dan kotor. Tempat di mana rasa sakitnya tak lagi harus ditanggung dalam diam. Sebab di sana, ada tangan-tangan hangat yang bersedia mendekap kerapuhannya. Kanael menemukan keluarga yang tak akan melepaskan genggamannya, meski dunia terasa terlalu bising. TW: child abuse, family trauma, PTSD/trauma response, family conflict, healing journey. [Start: 27 April 2026]

More details
WpActionLinkContent Guidelines