ARJUNA
  • WpView
    Reads 11
  • WpVote
    Votes 1
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Fri, Apr 3, 2026
WpInfo
Fiction
Romance
"Ini dari awal bukan tentang aku." "DIAM!" bentak Arjuna. Untuk pertama kalinya suaranya retak. Alea menatapnya dalam. "Kalo kamu kehilangan aku..." suaranya bergetar, "kamu masih bisa lanjut." Hening. "Tapi kalo dia kehilangan adiknya..." Matanya beralih ke Bian. "...dia kehilangan segalanya." - Arjuna. Bagi banyak orang, Arjuna adalah masalah. Bagi polisi, ia adalah target. Bagi geng lain, ia adalah ancaman. Tapi bagi dirinya sendiri- Ia hanya seseorang yang mencoba bertahan dari masa lalu yang tidak pernah benar-benar pergi. - Di balik kecepatan dan kebebasan, ada luka yang belum sembuh. Di balik tawa dan solidaritas, ada rahasia yang terkubur dalam. Dan di balik pertemuan sederhana itu- Ada kisah cinta yang akan diuji oleh dendam, kehilangan, dan pilihan yang menyakitkan. Karena di dunia geng motor, satu aturan selalu berlaku: Siapa pun yang kamu sayangi... bisa menjadi kelemahan terbesarmu. start: 4 apr 26 end:
All Rights Reserved
#316
perhatian
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Berandalan di Mata Sang Tuan Muda.
  • EVANESCENT (HIATUS)
  • Transmigrasi Ziora
  • Tsundere Maniak Susu
  • ATLANTIS 2: PANGLIMA
  • Blueprint Pelarian Villain [END]
  • The Time
  • GRAVARENZO
  • I'm Not Just a Figuran
  • GHAIKA (REVISI)

​Suara decit sepatu basket yang bergesekan dengan lantai semen SMA Nusantara Bakti seolah menjadi satu-satunya melodi yang akrab di telinga Arga. Matahari Jakarta yang menyengat di jam 12 siang sama sekali tidak ia gubris. Peluh membasahi jersey birunya, mengalir melewati leher dan hilang di balik kain yang sudah basah kuyup. ​Bagi Arga, hanya di lapangan ini dunia terasa jujur. Di sini, musuhnya jelas: ring basket dan lawan main. Tidak ada teriakan ibunya yang melengking menyalahkan takdir, tidak ada bau alkohol dari ayahnya yang pulang pagi membawa tumpukan utang baru, dan tidak ada beban rasa bersalah setiap kali melihat kakaknya pulang kerja dengan wajah pucat demi membiayai sekolahnya. ​"Arga! Berhenti main atau gue laporin ke BK karena bolos jam sejarah lagi!" ​Arga menghentikan dribel bolanya. Ia menoleh, menyeka keringat dengan punggung tangan, lalu menyeringai tipis melihat pengurus OSIS yang berdiri di pinggir lapangan dengan buku catatan. ​"Laporin aja," sahut Arga santai. "Ruang BK udah kayak rumah kedua buat gue, sekalian titip salam buat Pak Hendra." ​Di sisi lain koridor sekolah yang lebih dingin karena hembusan AC, melangkah sosok yang menjadi pusat gravitasi SMA Nusantara Bakti. Adrian. ​Setiap langkahnya terukur, seragamnya rapi tanpa cela, dan wajah blasterannya yang seolah dipahat langsung oleh malaikat, selalu memasang ekspresi datar yang sulit ditembus. Sebagai Ketua OSIS sekaligus putra tunggal dari pemilik Arsenio Group, Adrian adalah definisi kesempurnaan yang nyata. Hidupnya adalah garis lurus yang tenang, penuh fasilitas, dan kasih sayang yang melimpah. ​⊹ ࣪ ﹏𓊝﹏𓂁﹏⊹ ࣪ ˖⊹ ࣪ ﹏𓊝﹏𓂁﹏⊹ ࣪ ˖ WARNING ⚠ - b×b - BL lokal - Mpreg - ini cerita bl, awas jangan salah lapak. - banyak typo bertebaran.

More details
WpActionLinkContent Guidelines