Villa Angker

Villa Angker

  • WpView
    Reads 3
  • WpVote
    Votes 0
  • WpPart
    Parts 3
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Fri, Apr 3, 2026
Chava De Noise tidak pernah menyangka bahwa kekayaan keluarganya menyimpan sisi gelap yang membeku. Sebagai pewaris tunggal yang hidup dalam kemewahan di Jakarta, perjalanan liburan ke villa pribadi miliknya seharusnya menjadi pelarian yang sempurna. Namun, villa tua itu bukan sekadar bangunan megah di tengah hutan. Bersama lima temannya-Rin yang ceria, Ronio sang pelindung, Jullyan yang gelisah, Nachan yang misterius, dan Revan Valentine, pria bermata merah yang menyimpan rahasia kelam-Chava terjebak dalam labirin sejarah berdarah keluarga De Noise. Di saat sang kakak, Luthan, berada jauh di Singapura, Chava harus menghadapi kenyataan bahwa di villa ini, uang tidak bisa membeli keselamatan. Setiap sudut ruangan mengawasi, dan setiap bayangan punya cara untuk membunuh. Siapa yang akan bertahan saat pintu villa terkunci dari dalam?
All Rights Reserved
#8
chava
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Dendam Kenanga
  • Di antara kabut & kamu. [SEGERA TERBIT]
  • [ BL ] Sang Kolektor Benda Antik 3
  • LARUNG SUKMA || BL
  • TAKDIR DIO HANIM ~ BL {Mpreg}
  • Penabur Malam
  • UNIT KOSONG (TAMAT)
  • KABUT HITAM [ END]
  • DESA PININGIT
  • PALASIK MAYIK (PALASIK MAYAT)

Kenanga, kembang desa yang kecantikannya laksana cahaya bulan. Ia tak pernah tau, pesona yang dianugerahkan padanya adalah kutukan. Senyum manisnya menjadi duri yang menusuk hati para perempuan, sementara bening matanya bagai jerat para lelaki berlidah manis dan berhidung belang. Di balik lirikan dan bisikan, tersimpan nafsu yang mengendap, bercampur dengan dengki yang membara. Hari demi hari, langkah Kenanga diiringi bahaya yang mengintai, makin mendekat dan menunggu saat yang tepat. Hingga suatu malam, di bawah langit pekat, ia dijebak dan diseret ke tempat di mana teriakan tak akan pernah sampai ke telinga siapa pun. Tubuhnya diperlakukan tanpa belas kasih, suaranya terhenti dalam cekikan ketakutan, dan hidupnya direnggut dengan cara yang tak pantas bagi siapa pun. Namun, kematian bukanlah akhir bagi Kenanga. Dari tanah basah yang memeluk jasadnya dan tebaran bunga kenanga yang layu di pusaranya, bangkit dendam yang tak terbendung. Bagi mereka yang pernah menyakitinya, malam-malamnya tak akan pernah sunyi lagi-sebab bisikan kematian kini berjalan di sisi mereka.

More details
WpActionLinkContent Guidelines