Void;Original

Void;Original

  • WpView
    Reads 22
  • WpVote
    Votes 1
  • WpPart
    Parts 25
WpMetadataReadMatureOngoing
WpMetadataNoticeLast published Tue, Jun 16, 2026
Kamu yakin dunia ini nyata? Coba lihat lagi. Lampu gas yang kadang "lupa" nyala. Pohon yang gak punya belakang. Lorong di antara gedung yang seharusnya gak muat, tapi ada. Ini bukan London. Ini draft - cerita setengah jadi yang terus di-revisi tanpa pernah di-save final. Dan kita? Kita cuma karakter yang gak sadar lagi dibaca. Tapi ada yang sadar. Mereka yang patah sedemikian rupa sampai realitas gak bisa proses mereka sebagai "normal" lagi. Penjual peta yang kehilangan cara berjalan. Kolektor yang curi "pertama kali" orang lain. Petarung yang cuma waras saat berdarah. Semua punya kekuatan, semua bayar harga yang gak tertera di kontrak. Dan di celah terdalam, ada sesuatu yang menunggu. Sesuatu yang belum pernah ditulis, belum pernah dibuang - kemurnian sebelum ada narasi. Belum ada yang pantas. Pertanyaannya bukan siapa yang bakal nyelamatin dunia. Tapi: apakah dunia ini emang pantas diselamatkan?
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • NEALINE : Blood and Ice Cream
  • Side Character Syndrome
  • SWITCH
  • GHOST FACE: NEXT, ARE YOU READY? (21+) ✔️
  • Pages Of Sin
  • INTERLUDE WIFE [ ISTRI SELINGAN ]
  • Putri Mafia Yang Diremehkan
  • Heir Without Blood
  • The Last Antagonis
  • Help, I'm a Zombie!

"Menjadi gadis normal, punya banyak teman, dan hidup tanpa membunuh. Itu impian Nea sejak kecil. Apa itu salah?" ucap gadis berusia 17 tahun yang bersimbah darah. Keinginan yang begitu sederhana namun nyawa taruhan nya. *** "Dunia mungkin memburumu sebagai monster, tapi bagiku, kau hanyalah gadis kecil yang butuh es krim dan pelukan." -Leonardo Ethan Vexter. *** Bagi Dunia, dia Teratai Darah. Bagi Wolven, dia senjata. Bagi Drakfire, dia Kutukan. Bagi Vexter, dia Ancaman. Bagi Leaber, dia kunci. Bagi Ayah-nya dia Mahakarya. Bagi kakek-nya dia Hama. Bagi kakak-nya dia Eksperimen. Namun bagi Leon ... Dia bukan senjata, bukan kutukan, apalagi ancaman. Dia hanyalah seorang gadis kecil yang gemar mencuri es krim, pemilik tawa yang lebih berharga dari seluruh sahamnya. Dia hanyalah gadis yang menginginkan tempat untuk pulang. ... Copyright © 2026 alyzd23. All rights reserved.

More details
WpActionLinkContent Guidelines