Senior Vs Brondong [CORTIS]

Senior Vs Brondong [CORTIS]

  • WpView
    Reads 222
  • WpVote
    Votes 41
  • WpPart
    Parts 2
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Thu, Apr 9, 2026
WpInfo
Fiction
Romance
"Aturan itu dibuat untuk ditaati, Shaka! Bukan buat lo injak-injak setiap hari!" - Gheasya Nareswari. "Galak banget, Kak. Hati-hati, nanti kalau benci jadi cinta, malah saya yang repot ngurusinnya." - Arshaka Danendra. *** Gheasya Nareswari adalah definisi gadis biasa yang berubah menjadi 'singa' saat mengenakan almamater OSIS. Sebagai Wakil Ketua OSIS SMA Taruna Bhakti, Ghea tidak butuh pengakuan, ia hanya butuh semua siswa patuh. Namun, ketenangannya hancur saat ia harus berhadapan dengan Arshaka Danendra. Shaka bukan sekadar siswa nakal. Dia adalah adik kelas yang hobi mencari masalah, buaya darat yang lihai menebar pesona, dan pengacau yang paling senang melihat Ghea naik darah. Baginya, melanggar aturan adalah hobi, tapi menggoda sang Kakak Senior adalah candu. Setiap hari adalah medan perang. Teguran tajam Ghea selalu dibalas senyum miring dan jawaban seenaknya dari Shaka. Namun, siapa yang sangka jika di balik keributan itu, garis batas antara benci dan rasa mulai memudar? Akankah Ghea tetap bertahan dengan prinsip kaku miliknya, atau justru ia yang akan bertekuk lutut dalam permainan manis sang brondong? Penasaran sama kisah mereka? Yuk ikuti cerita ini! Jangan lupa untuk vote dan komen ya! Semoga suka🤍. Start : 4 April 2026
All Rights Reserved
#303
baemon
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Berandalan di Mata Sang Tuan Muda.
  • Transmigrasi Ziora
  • ATLANTIS 2: PANGLIMA
  • GHAIKA (REVISI)
  • I'm Not Just a Figuran
  • The Time
  • GRAVARENZO
  • EVANESCENT (HIATUS)
  • Tsundere Maniak Susu
  • Blueprint Pelarian Villain [END]

​Suara decit sepatu basket yang bergesekan dengan lantai semen SMA Nusantara Bakti seolah menjadi satu-satunya melodi yang akrab di telinga Arga. Matahari Jakarta yang menyengat di jam 12 siang sama sekali tidak ia gubris. Peluh membasahi jersey birunya, mengalir melewati leher dan hilang di balik kain yang sudah basah kuyup. ​Bagi Arga, hanya di lapangan ini dunia terasa jujur. Di sini, musuhnya jelas: ring basket dan lawan main. Tidak ada teriakan ibunya yang melengking menyalahkan takdir, tidak ada bau alkohol dari ayahnya yang pulang pagi membawa tumpukan utang baru, dan tidak ada beban rasa bersalah setiap kali melihat kakaknya pulang kerja dengan wajah pucat demi membiayai sekolahnya. ​"Arga! Berhenti main atau gue laporin ke BK karena bolos jam sejarah lagi!" ​Arga menghentikan dribel bolanya. Ia menoleh, menyeka keringat dengan punggung tangan, lalu menyeringai tipis melihat pengurus OSIS yang berdiri di pinggir lapangan dengan buku catatan. ​"Laporin aja," sahut Arga santai. "Ruang BK udah kayak rumah kedua buat gue, sekalian titip salam buat Pak Hendra." ​Di sisi lain koridor sekolah yang lebih dingin karena hembusan AC, melangkah sosok yang menjadi pusat gravitasi SMA Nusantara Bakti. Adrian. ​Setiap langkahnya terukur, seragamnya rapi tanpa cela, dan wajah blasterannya yang seolah dipahat langsung oleh malaikat, selalu memasang ekspresi datar yang sulit ditembus. Sebagai Ketua OSIS sekaligus putra tunggal dari pemilik Arsenio Group, Adrian adalah definisi kesempurnaan yang nyata. Hidupnya adalah garis lurus yang tenang, penuh fasilitas, dan kasih sayang yang melimpah. ​⊹ ࣪ ﹏𓊝﹏𓂁﹏⊹ ࣪ ˖⊹ ࣪ ﹏𓊝﹏𓂁﹏⊹ ࣪ ˖ WARNING ⚠ - b×b - BL lokal - Mpreg - ini cerita bl, awas jangan salah lapak. - banyak typo bertebaran.

More details
WpActionLinkContent Guidelines