The Boy Zorro Chose

The Boy Zorro Chose

  • WpView
    Reads 5,215
  • WpVote
    Votes 729
  • WpPart
    Parts 7
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Mon, Aug 3, 2026
WpInfo
Fiction
Romance
Kadang, yang paling ngerti hati kita justru bukan diri kita sendiri. Arlo gak pernah nyangka kalau malam saat anjingnya lepas kendali bakal jadi awal dari semuanya. Dan dia juga gak pernah nyangka, Zorro-anjingnya yang keras kepala itu malah jadi yang pertama memilih Liam. Cowok yang selalu muncul di saat paling gak terduga. Cowok yang terlalu tenang, terlalu perhatian, dan terlalu bikin jantung Arlo gak aman. Tapi makin dekat, Arlo mulai sadar. Liam ternyata udah mengenalnya jauh lebih lama. Dan mungkin... hati Arlo juga udah memilih Liam, bahkan sebelum dia sempat menyadarinya. Karena kadang, sebelum kita jatuh cinta, ada seseorang yang lebih dulu tahu. Seekor anjing bernama Zorro.
All Rights Reserved
#824
juhoon
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Nala dan Mas Juragan
  • Pregnant With The Protagonist's Child (END)
  • Clause of Us
  • Círculo del Destino
  • My Celestia || Kabur dari Perjodohan, Jatuh ke Pelukan Konglomerat [21+] END
  • Mas Bupati
  • Night Calls
  • A Matchmaker's Quest [END]
  • DOMINEX | The Crime Lock
  • Under The Authority Of Senopati

Setelah menyelesaikan kuliahnya, Kanala Ayudia Kirana (22) diminta oleh keluarganya untuk pulang ke kampung halaman dan tidak perlu bersusah payah mencari pekerjaan di ibu kota. Namun, Nala menolak dengan alasan tidak ingin menyia-nyiakan gelar di belakang namanya. Ia bersikeras ingin mencari pengalaman kerja selama satu tahun terlebih dahulu sebelum benar-benar menetap di kampung. Keluarganya akhirnya menyetujui, dengan satu syarat: Nala hanya boleh bekerja selama satu tahun, tidak lebih. Sayangnya, baru tiga bulan bekerja di salah satu perusahaan ternama, Nala menyerah. Tekanan pekerjaan yang tinggi dan lingkungan kantor yang tidak sesuai dengan ekspektasinya membuatnya kehilangan semangat. Ia pun memutuskan untuk mengundurkan diri dan berdiam diri di kosan, tanpa keberanian untuk memberi tahu keluarganya. Raras-ibu Nala-yang kemudian mengetahui anak bungsunya sudah tidak bekerja lagi, segera mendesaknya untuk pulang. Sebelum Nala sempat menolak, Raras lebih dulu mengancam tidak akan lagi mengirimkan uang bulanan. Terpojok dan kehabisan pilihan, Nala akhirnya menyerah. Ia berkemas dan pulang ke kampung halamannya. Namun siapa sangka? Di antara hamparan sawah dan hari-hari yang membosankan di warung milik ayahnya, hadir Hanggara Wiratama (31), juragan tanah sekaligus pemilik peternakan ayam terbesar di desa tetangga, selain itu ia juga menjalankan usaha jual-beli beras yang ia bangun dari nol, tak lupa dengan usahanya di kota yang tidak banyak diketahui orang. Sosoknya yang tenang dan apa adanya membuat Nala belajar bahwa pulang bukan berarti kalah, melainkan menemukan tempat untuk tumbuh. Bersamanya, Nala menyadari bahwa tidak semua mimpi harus dikejar jauh ke kota, sebagian justru menunggu untuk ditemukan di rumah.

More details
WpActionLinkContent Guidelines