Rewriting The Extra's Fate

Rewriting The Extra's Fate

  • WpView
    Reads 6,774
  • WpVote
    Votes 1,059
  • WpPart
    Parts 18
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Mon, Jul 13, 2026
Begadang tiga hari berturut-turut demi mengejar tenggat waktu rebranding logo korporat, jiwaku justru terlempar ke dunia antah-berantah. Aku terbangun di dalam tubuh Elara Von Sherwood-karakter figuran dalam novel fantasi populer yang ditakdirkan mati tragis dipenggal oleh tunangannya sendiri, sang Duke berdarah dingin, Kaelen de Valerius. Dalam cerita aslinya, Elara adalah wanita lemah, cengeng, dan selalu gemetar ketakutan, menjadikannya umpan meriam yang mudah dijebak oleh sang tokoh utama wanita palsu, Alicia. Namun, mereka lupa satu hal. Jiwa yang kini mendiami tubuh Elara adalah seorang desainer grafis modern yang terbiasa berpikir logis, taktis, dan ahli membedah distorsi visual. "Jika jiwa yang lama memilih mati ketakutan, maka jiwa yang baru tidak akan membiarkan leher ini disentuh oleh pedang mana pun." Mengubah takdir, Elara membuang gaun renda merah mudanya yang norak. Ia bertransformasi menjadi sosok yang elegan, cerdas, dan sedingin es. Menggunakan keahlian lamanya, ia merombak bisnis kain keluarganya yang bangkrut menjadi butik paling eksklusif di kekaisaran, L'Étoile, memanipulasi ego para sosialita tertinggi. Rencana Elara sederhana: kumpulkan uang yang banyak, bersihkan nama dari fitnah, lalu batalkan pertunangan agar bisa hidup bebas. Namun, permainan logika ini melenceng jauh dari halaman novel saat Duke Kaelen-pria kejam yang seharusnya membencinya-mendadak merobek surat pembatalan pertunangan di depan wajahnya. "Dulu aku ingin melepaskanmu karena kau lemah dan membosankan, Elara. Tapi sekarang? Kau terlalu berharga. Kau tetap milikku. Sampai kapan pun." Ketika sang tiran berdarah dingin berubah menjadi predator yang terobsesi dan menolak melepaskannya, sanggupkah Elara mempertahankan dinding es di sekeliling jiwanya? Atau ia justru akan terperangkap dalam takdir baru yang ia desain sendiri?
All Rights Reserved
#103
posesif
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  •   My Switched Daughter END
  • Shaenette: Skenario Kedua
  • GALEN PRADIPTA
  • The Duke'S Red String
  • 𝐎𝐍𝐄 𝐒𝐇𝐎O𝐓🔞 •VKOOK
  • Transmigrasi: The Villain's Stepmother
  • New life, New problems [END]
  • A Family of Villains
  • Just let me live, Duke!
  • Sin of The Villainess

Elia, gadis kecil berusia tujuh tahun, sudah dipaksa mengamen oleh ibunya sejak usia empat tahun. Hidupnya hanya dipenuhi bentakan, rasa lapar, dan malam-malam tanpa pelukan. Ia tak tahu rasanya disayang-dan perlahan, ia berhenti berharap. Sampai suatu malam, Elia tertidur dalam tangis dan terbangun di dunia novel yang pernah ia lihat di lapak buku bekas. Ia berada dalam tubuh seorang anak kecil berusia empat tahun-putri kandung dari keluarga kaya, yang ditukar oleh pembantunya sejak bayi. Akibatnya, si anak kandung justru tumbuh dalam perlakuan kejam, dikucilkan, dan dijadikan pelayan di rumah sendiri, karena keluarga aslinya tidak tahu kebenarannya. Kisah dalam novel itu berawal dari kematian sang ibu saat melahirkan, tanpa pernah tahu bahwa bayinya telah ditukar. Sementara anak kandung si pembantu, yang dibesarkan sebagai anak majikan, justru hidup penuh kasih sayang dan tumbuh menjadi anak sombong yang suka merendahkan anak pelayan-yang sebenarnya adalah darah daging keluarga itu sendiri. Di sinilah Elia berperan sebagai bayi yang tertukar-yang kini menjadi "pelayan kecil" di rumah orang tua kandungnya. Jalan takdir yang tertulis dalam novel tetap berjalan: sejak usia empat tahun, Elia (dalam tubuh baru) menerima perlakuan kasar dari perempuan yang mengaku sebagai ibunya. Baginya, asalkan bisa makan, itu sudah cukup. Ia menerima takdir barunya dengan pasrah. Kasih sayang? Ia tak berani menginginkannya lagi. Ia takut, kalau berharap... akhirnya hanya akan kecewa. Namun tanpa disadari, keluguannya, kepolosannya, tingkah lucunya, dan suara cadelnya-perlahan mulai mencuri perhatian ayah kandung dan ketiga abang yang tak pernah tahu... siapa dia sebenarnya.

More details
WpActionLinkContent Guidelines