REVENGE

REVENGE

  • WpView
    Reads 228
  • WpVote
    Votes 49
  • WpPart
    Parts 19
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sun, Apr 19, 2026
Di meja kerja ayahnya, ada amplop coklat. Di dalamnya foto-foto. Foto ayahnya yang sedang dianiaya sebelum ditembak. Dan ada pesan singkat: "Ini konsekuensi bermain di garis netral." Ternyata ayahnya punya hubungan dengan dunia gelap-tapi ayahnya memilih mundur. Memilih hidup normal. Dan itu jadi kesalahan fatal. Alexander menatap mayat orang tuanya. Lalu menatap Nico yang menangis di pojok. Saat itu juga... sesuatu di dalam Alexander mati. Rasa sayang? Hilang. Rasa kasihan? Hilang. Manusia di dalam dirinya? Pergi. Yang tersisa adalah rasa dingin dan tekad balas dendam. Alexander berdiri. Wajahnya berubah. Mata yang dulu hangat kini kosong-gak ada apa-apanya. "Nico. Bangun." Suaranya datar. Nico menatap kakaknya dengan wajah ketakutan. Kakaknya yang dulu selalu tersenyum kini berdiri tegak, wajah kosong, menatap mayat orang tua mereka. "Dari sekarang, gak ada lagi kata lemah. Gak ada lagi kata sayang. Kita bakal jadi yang paling kuat. Paling kejam. Sampai mereka semua... habis."
All Rights Reserved
#9
richmalelead
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • MUKTI AGUNG
  • After the Fall
  • ARCHIO KENZO [ END ]
  • Figuran Tanpa Peran [END]
  • GALAKSI [HIATUS]
  • Tsundere Maniak Susu
  • The Girl Who Was Never Written
  • Halo Gus!!
  • The Lost Cael
  • TUNANGAN ANTAGONIST GILA

(Manipulatif, redflag) Terjadi penggerebekan di sebuah desa terpencil yang jauh dari kota, para warga desa berbondong-bondong mendatangi sebuah rumah saung yang terletak ditengah hamparan sawah yang ditumbuhi jagung. Laura berusaha menjelaskan, bahwa tidak terjadi apa-apa antara dirinya dan Mukti di rumah saung itu, namun tidak ada satupun yang mempercayai ucapannya, bahkan kedua orang tuanya pun tak percaya. Diam-diam, Mukti tersenyum melihat keputusasaan Laura, mungkin dikampung ini, hanya gadis itu yang tau bagaimana gilanya dia. "Rantai bernyawa ini, bakal susah dilepasin neng." bisik Mukti di telinga Laura.

More details
WpActionLinkContent Guidelines