Risalah Cinta Di Kota Arab(Ongoing)

Risalah Cinta Di Kota Arab(Ongoing)

  • WpView
    Reads 69
  • WpVote
    Votes 15
  • WpPart
    Parts 11
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sun, Jul 5, 2026
Sinopsis Azzam adalah seorang pemuda yang bercita-cita menjadi ulama. Demi mengejar ilmu agama, ia meninggalkan tanah air dan menempuh perjalanan hingga ke negeri Arab. Di balik semangatnya menuntut ilmu, tersimpan harapan untuk bertemu kembali dengan Aisyah, gadis yang pernah ia tolong dan kini berhijrah menjadi pribadi yang lebih baik. Namun, penantian itu tidak mudah. Di negeri Arab, Aisyah didekati oleh Muhammad Rasyid, seorang pemuda saleh yang mencintainya dengan tulus. Sementara itu, sahabat seperjuangan Azzam, Qomar, harus menghadapi ujian cinta yang membuat hidupnya berubah. Akankah Azzam dipertemukan kembali dengan Aisyah dan menyempurnakan separuh agamanya? Ataukah takdir telah menyiapkan kisah yang berbeda bagi mereka? Risalah Cinta di Kota Arab adalah kisah tentang perjuangan mencari ilmu, hijrah, persahabatan, amanah, dan cinta yang dipertemukan oleh takdir.
All Rights Reserved
#4
hijrahcinta
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • SASMITA CANDALA (21+)
  • DOMINEX | The Crime Lock
  • Nala dan Mas Juragan
  • The Villain's Mother
  • De Andere Weg (END)
  • I Won't Be the Tragic Fiancée
  • The Last Yes!
  • Almost Married (END)
  • Revenge Marriage (SELESAI)
  • Chasing Sanara

Di Fakultas Ilmu Budaya tempat Andini menuntut ilmu, terdapat satu keanehan yang mencolok: seorang dosen bernama Bapak Mahapraja Hapsari. Setiap kali mengajar, beliau selalu mengenakan kain batik sebagai bawahan. Beliau tidak pernah mengenakan celana kain. Kain tersebut dipadupadankan dengan kemeja berwarna teduh, seperti krim, cokelat muda, putih gading, hijau pupus, dan sesekali merah muda. Penampilannya selalu tampak rapi dan konsisten. Pada awalnya, ketika baru memasuki semester pertama, Andini mengira bahwa hal tersebut hanyalah gaya berbusana biasa. Namun, hingga memasuki semester ketiga, gaya berpakaiannya tidak pernah berubah. Pada suatu siang, karena rasa ingin tahu yang besar, Andini memberanikan diri bertanya secara langsung dengan sopan dan santun. Ia bertanya mengapa beliau tetap mengenakan kain lebar yang terkesan gerah di cuaca panas seperti ini. Dosen yang bertubuh besar dan kekar dengan kulit berwarna cokelat mengilat itu tidak segera menjawab. Ia justru balik bertanya, "Kamu bukan orang Jawa asli, bukan?" "Iya, Pak. Saya orang Sunda. Ibu saya yang berdarah Jawa," jawab Andini. Pria itu bergumam pelan, "Sayang sekali." Wajahnya seketika tampak muram. "Jika kamu benar-benar ingin tahu, temui aku di ruanganku pukul lima sore," ujarnya.

More details
WpActionLinkContent Guidelines