We've updated our Content Guidelines.
Review the latest guidelines to keep sharing stories safely.
Whiskey on Lillies

Whiskey on Lillies

  • WpView
    Reads 152
  • WpVote
    Votes 20
  • WpPart
    Parts 10
WpMetadataReadMatureOngoing2h 25m
WpMetadataNoticeLast published Sun, May 10, 2026
WpInfo
Fiction
Romance
Dark Romance
Workplace
Erotica
Bagi dunia luar, Janarendra Wiratama Adhiwangsa (37) adalah definisi kesempurnaan sulung keluarga terhormat: tenang, berwibawa, dan tak tersentuh. Namun, di balik pintu berat sebuah gedung tua tanpa papan nama, Janarendra adalah sang penguasa bayangan yang menggenggam kartu mati para pendosa melalui jaringan intelijen dan arsip rahasia. ​Aruna Cendani Putri (23) hanyalah seorang gadis yang mencoba menyembuhkan luka akibat pengkhianatan mantan kekasih dan trauma masa lalunya. Ia hanya ingin ketenangan, sampai sebuah kesalahan fatal membawanya menjadi saksi mata saat Janarendra menodongkan senjata ke leher seorang menteri terhormat. ​Alih-alih melenyapkannya, Janarendra memilih untuk "membeli" kesunyian Aruna. Ia dipaksa bekerja di siang hari sebagai penata arsip rahasia di bawah pengawasan ketat Janarendra. Bagi Aruna, Janarendra adalah predator arogan yang mewakili semua hal yang ia benci dari laki-laki. Bagi Janarendra, Aruna hanyalah "aset" kecil yang keras kepala dan hobi mengelak di depannya. ​Namun, ruang arsip yang sunyi itu menyimpan api. Di antara tumpukan dokumen dosa dan aroma alkohol mahal, ketegangan di antara keduanya berubah menjadi obsesi yang berbahaya. Saat musuh mulai mengincar Aruna untuk menjatuhkan Janarendra, sang penguasa angkuh itu menyadari satu hal: ia tidak hanya ingin memiliki kesunyian Aruna, ia ingin menguasai seluruh dunianya. ​Di dunia di mana cinta adalah kelemahan dan rahasia adalah mata uang, mampukah Aruna memercayai pria yang memegang kendali atas hidup dan matinya? Atau akankah ia hancur dalam permainan kekuasaan pria yang jauh lebih tua darinya itu? ⋆ ୨୧ ⋆ on going ‼️ mature 21+ Morally Grey Leads, Age Gap (14 Years), Power Imbalance. ​Warning: Harsh language, violence, gun-pointing, trauma triggers (bullying/anxiety), and heavy sexual tension. ​Note: Cerita ini mengandung karakter yang manipulatif dan dominan. Harap bijak dalam membaca.
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Her Prison, Her Pleasure(Intersex)(EDITING)✓
  • ခိုဝင်တိမ်းမူးမြတ်နိုးရပါသော...နှလုံးသားငယ်
  • Heer~THE UNWANTED DAUGHTER
  • No Place Like Home - PREVIEW ONLY
  • AKSHARA - THE FORGOTTEN SEED
  • The Royal's Love
  • The Enigma's debt
  • UNFAITHFUL HEART
  • The Sinister
  • Temperature Gap

Valeria didn't rush. She never did. Inez was pinned beneath her, wrist locked overhead, the hold precise and impersonal. Not pain. Control. Inez scoffed anyway. "That's it?" she sneered. "I've had tutors scarier than you." Valeria said nothing. The silence pressed in. "You don't scare me," Inez added, louder. Brattier. "You just-" "Enough." One word. Flat. Final. Valeria lifted Inez's chin with two fingers, detached as a correction. "Look at me," she said coolly. "If you're going to embarrass yourself, do it properly." Inez laughed, brittle. "You think this makes you powerful?" "I don't think," Valeria replied. "I decide." Her gaze never wavered. "You provoke because it's the last control you have." "I don't belong to you," Inez snapped. Valeria leaned in, voice razor-thin. "You are my wife. You belong to consequences." She released her grip. "Say it." "No." Valeria waited. The quiet broke Inez, she hated being ignored. "...I'll behave, I'll be a good girl" Inez muttered. "Specify." Inez swallowed hard. "...I'll be your good girl" Valeria stepped back, already distant. "Good," she said. "Remember why." #1 older women-13th February (FAST PACE BOOK)

More details
WpActionLinkContent Guidelines