HUJAN YANG DIBERI TUHAN II : Saat tubuh tak lagi patuh
Di usianya yang ke-26, hidup Rafka terlihat sempurna dalam hitungan angka. Sebagai Manajer Keuangan muda, ia adalah ahli dalam mengatur arus kas dan merencanakan masa depan. Namun, tepat pada hari ulang tahunnya yang ke-27, "laporan keuangan" hidupnya menunjukkan selisih yang tak terduga. Tubuhnya yang biasanya tangkas mendadak terasa asing, langkahnya goyah, dan jemarinya sering kali gagal memegang sesuatu.
Alih-alih merayakan ulang tahun dengan pesta, Rafka justru menerima kado paling berat dari langit : diagnosis Amyotrophic Lateral Sclerosis (ALS). Penyakit saraf progresif ini mulai merampas kendali atas otot-ototnya, mengancam akan melumpuhkan geraknya, bicaranya, hingga napasnya. Bagi Rafka, diagnosis ini adalah hujan badai yang datang saat langit pribadinya sedang cerah-cerahnya.
"Hujan yang Diberi Tuhan II" adalah tentang sebuah keluarga yang memilih untuk tidak berteduh dan bersembunyi, melainkan belajar untuk saling menggenggam dan menari bersama di bawah rintik ujian. Karena pada akhirnya, ALS mungkin melumpuhkan otot Rafka, tapi ia tak akan pernah bisa melumpuhkan cinta dan iman yang tumbuh subur di rumah mereka.