Kinan Rauli Anfi sudah beribu kali ingin resign dari kantornya saat ini. Mempertimbangkan ada banyak hal minus yang menerpa, Kinan merasa sudah mantap. Namun, segala rencana yang sudah disusun rapi mendadak lebur kala team leadernya resign mendadak sehingga ada perombakan leader dan Antariksa Randu Kafian muncul sebagai pengganti, menjadi direct bossnya.
Meski begitu, Kinan sudah pasti membulatkan tekad untuk berhenti.
Harusnya ... sih.
Tapi, berhadapan dengan Randu bukannya mempermudah aksesnya keluar perusahaan, namun malah menciptakan jangkar besar yang memaksa Kinan tinggal lebih lama.
"Saya dengar kamu mau resign, ya? Hmm, melihat experience dan semua yang udah kamu build untuk perusahaan, dari sudut pandang saya pantang sih membiarkan kamu pergi. Kalau saya bantu buat discuss ke HR bagaimana, Kinan? Because, if the company treats you better, it's a win for both of us-you get what you deserve, and I get to keep such a loyal and reliable colleague like you by my side."
Kinan cuma senyum tipis, pertama kalinya menatap seorang Antariksa Randu Kafian yang beda 20 cm darinya itu, setelah hari 'itu'.
"Mas Randu, I really appreciate your willingness, but let me tell you one thing. Just because I am your staff, doesn't mean you can interfere with my business here. This is personal, and you don't need to try and fix what's already broken. I'm strong enough to handle my own fights. I don't need pity from anyone. Especially not from you."
Randu tersenyum tipis, sedang matanya jatuh lekat kepada sang perempuan yang menatapnya marah.
"Do you ... hate me, Kinan? Only for caring?"
"No. Instead of hating you, I wish our paths had never crossed. Not even once, Mas. Then I wouldn't have to see you looking at me with so much pity."
April @2026 by jihoondaero
All Rights Reserved