Oksigen Terakhir  [LENGKAP]

Oksigen Terakhir [LENGKAP]

  • WpView
    LECTURES 243
  • WpVote
    Votes 28
  • WpPart
    Chapitres 19
WpMetadataReadTerminé mer., avr. 15, 2026
Tiga bulan, satu mahakarya, dan sebuah napas yang tak lagi gratis. Devan adalah pilar beton. Dingin, presisi, dan tak tersentuh emosi. Baginya, hidup adalah deretan angka dan struktur yang harus sempurna. Maka, saat Arunika datang terlambat tujuh menit dengan alasan yang tak masuk akal, Devan tahu wanita itu adalah variabel pengganggu dalam restorasi megahnya di Villa Argopuro. Namun, di balik tawa ceria Nika yang menyebalkan dan debatnya tentang warna Verdigris, ada rahasia yang ia simpan rapat dalam saku jaketnya: sebotol obat dan tabung oksigen yang menjadi penyambung nyawanya. Bagi Nika, restorasi villa tua ini bukan sekadar proyek-ini adalah "mahakarya terakhir" sebelum jantung kanannya menyerah pada takdir. Terisolasi di lereng gunung tanpa sinyal, Devan perlahan mulai melihat bahwa bangunan yang ia perbaiki bukan sekadar semen dan baja, melainkan jiwa yang berdenyut melalui jemari Nika. Saat dinding-dinding pertahanan Devan runtuh, ia tak menyadari bahwa ia sedang membangun harapan di atas tanah yang sedang longsor.
Tous Droits Réservés
#5
penyakit
WpChevronRight
Rejoignez la plus grande communauté de conteursObtiens des recommandations personnalisées d'histoires, enregistre tes préférées dans ta bibliothèque, commente et vote pour développer ta communauté.
Illustration

Vous aimerez aussi

  • Diary Merah ✔
  • PERFECT DISGUISE | 02 LINE
  • RAHASIA
  • Lautan Berdarah(Revisi)
  • THE TRUTH UNTOLD
  • Fivers Eternity [END]
  • Avicenna: Home Before the Storm
  • SHE WOLF
  • Aliansi Rahasia [TAMAT]
  • Jam Pelajaran Olahraga

Kejanggalan terus Hana alami ketika tidak sengaja melihat anak baru yang melewati gudang."Eh, lo! Anak baru itu, ya?" ucapnya seraya berkacak pinggang. "Sini dong bantuin gue dulu. Bukain pintunya, mau ambil sapu lidi." Setelah pintu terbuka, sebuah buku diary merah terjatuh di depan keduanya. Membuat hidupnya penuh dengan kejutan yang tidak masuk akal. "Kalau gue balikin ke gudang semuanya bakal balik normal gak sih?" Namun, buku tersebut seakan tidak mau berpisah dengannya. Hana ingin menangis tatkala bukunya berada di atas mejanya lagi. Akankah keduanya dapat menemukan sang pemilik buku diary dan mengembalikannya atau terjebak dengan buku misterius itu selamanya? *** ©Selasa, 11 Februari 2025 @nurasfitasari14 Follow. Comment. Vote. Share.

Plus d’Infos
WpActionLinkDirectives de Contenu