Setiap orang memiliki lampu sorotnya masing-masing, menyorot panggung tempat mereka bisa bersinar.
Amara Scott Kennedy atau singkatnya Amy. memilih diam di sudut, tanpa harus menaklukkan sorak sorai maupun riuh tepukan tangan, ia menjadi pengunjung setia disudut belakang panggung, jauh dari keramaian yang penuh penilaian, dimana hatinya bernapas dengan lega.
kedamaian Amy tak bertahan semenjak sebuah kehadiran perlahan menapak menuju ambang pintunya, lelaki itu terlalu sempurna untuk diabaikan, cahaya hangatnya penuh rayuan, namun bayangannya pekat, menyalip setiap rasa percaya hingga menelan ruang aman yang mulai terasa rapuh.
apakah ia menjadi jangkar kebebasan Amy? atau justru yang menjeratnya?
All Rights Reserved