7Dream (End)

7Dream (End)

  • WpView
    Reads 218
  • WpVote
    Votes 48
  • WpPart
    Parts 24
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Wed, Apr 15, 2026
"Sukses di sana, Bang. Jangan lupain kita. Lo harus jadi musisi hebat di Kanada, biar kita bisa sombong ke orang-orang kalau musisi itu abang kita." Naka melepaskan pelukannya, menepuk-nepuk pundak Malvin. "Udah, jangan liat ke belakang lagi. Jalan terus." Malvin mengangguk, ia menyeret kopernya perlahan. Langkah kakinya terasa seperti menyeret ribuan ton beban. Saat ia melewati pintu keberangkatan, ia tidak berani menoleh. Ia takut kalau ia menoleh, ia akan lari kembali dan memeluk mereka semua, lalu membatalkan tiketnya. Setiap langkah menjauh dari gerbang keberangkatan itu, ingatannya justru terlempar jauh ke belakang. Ke masa di mana semuanya dimulai. Jauh sebelum paspor dan tiket pesawat ini ada. Jauh sebelum kata "perpisahan" masuk dalam kamus mereka. Ingatannya kembali ke sebuah taman kanak-kanak kecil dengan dinding penuh coretan krayon, di mana tujuh pasang sepatu mungil pertama kali berlari bersama di bawah sinar matahari pagi. Di sanalah kisah mereka bermula. Kisah tentang tujuh anak manusia yang mengira bahwa dunia hanya seluas taman bermain, dan selamanya hanyalah tentang berbagi kotak bekal di jam istirahat. Cerita ini khusus buat Mark dan teman-temannya, ayo baca dan semoga suka!
All Rights Reserved
#5
saudara
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Hidden Wounds
  • BUKAN TEMPAT PELARIAN (Slow Up)
  • 𝘽𝑹𝙊𝑲𝙀𝑵 𝑴𝙄𝑹𝙍𝑶𝙍
  • The Notes You Left [On Hold]
  • Haidan Rosenthal Belmont [Haechan]
  • SADAJIWA; Side By Side
  • Astrael (hiatus)
  • Story Of Kazy || Na Jaemin
  • Sorry and Thanks For Everything
  • Fall and Desire

[SEBELUM BACA JANGAN LUPA FOLLOW DULU AKUN INI♡] • • • • Semua orang pikir Jean baik-baik saja? Dibalik sopan santunya, nilai yang sangat sempurna, pendiam, dan senyumannya yang selembut kain sutra itu hanyalah topeng belaka. Kata orang "anak pertama itu harus kuat." Tapi di balik pintu kamarnya yang tertutup rapat, Jean menyimpan dunia yang tidak diketahui siapa pun. Rumah yang penuh teriakan dan hanya tumbuh sebagai bayangan, Jean tak bisa percaya siapa pun bahkan bayangannya sendiri. Ini bukan kisah cinta. Ini tentang bertahan hidup tanpa kehilangan akal sehat. Ini hanyalah kisah Jean yang hanya ingin hidup biasa tanpa pernah diberi kesempatan untuk bernapas di dunia yang keras ini. • • • • • ⚠️ WARNING⚠️ • CERITA INI MURNI 100% HASIL PEMIKIRAN SENDIRI✨️ • DILARANG KERAS UNTUK PLAGIAT CERITA INI🚫 • HARAP BIJAK MEMBACA DI KERENAKAN TERDAPAT ADEGAN KEKERASAN YANG TIDAK LAYAK UNTUK DI TIRU‼️ • BILA ADA KATA KESAMAAN ITU TIDAK DI SENGAJA🧸 So Happy Reading All~

More details
WpActionLinkContent Guidelines