We've updated our Content Guidelines.
Review the latest guidelines to keep sharing stories safely.
My Way•

My Way•

  • WpView
    Reads 10,292
  • WpVote
    Votes 1,254
  • WpPart
    Parts 14
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published about 11 hours ago
WpInfo
Fiction
Fantasy
Isekai and Reincarnation
Magical Kingdoms
Fairy Tales and Mythology
Bagaimana jadinya jika aktor muda bertransmigrasi ke tubuh remaja SMP yang tidak lain adalah anak dari penata rias nya sendiri? Apa ini adalah bentuk permintaan maaf Tuhan padanya karena kehidupan pertamanya sebagian besar adalah penderitaan? -- "Mami sedang mencarikan Papi untuk Milo ya?" -- °°° bukan bl °°° --- Visual: Han Zhen (Hanjin 'TWS') Semoga kalian suka 🪼🪼🪼 kalo nggak skip 🐰 #1 protektif #8 transmigrasiboy #19 Familyship
All Rights Reserved
#63
fiksi
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Ibu Tiri Menolak Mati di Kehidupan ke-7
  • Just let me live, Duke!
  • The Unwritten Lady
  • The Reborn Mama (END)
  • PEPINDHAN: Wadana lan Soca
  • Transmigrasi: The Villain's Stepmother
  • The Duke's Red String
  • Sin of The Villainess
  • My Villainous Stepmom [END]
  • A Family of Villains

Enam kali mati dibunuh tepat di usia 22 tahun. Di kehidupan ketujuh, Ravenna menolak menjadi mangsa. Sebagai seorang mantan pendidik, Ravenna tahu cara terbaik menghukum orang bodoh bukanlah dengan air mata, melainkan dengan merampas apa yang paling mereka hargai. Maka, ia membatalkan pertunangannya dengan Putra Mahkota secara elegan, mengosongkan brankas ayahnya, dan menyerahkan diri kepada pria paling berbahaya di benua itu-Grand Duke Alaric von Blackwood, sang Monster Utara. Tawarannya sangat sederhana: "Jadikan aku istri kontrak selama lima tahun. Aku akan mendidik dua anakmu dan menjadi perisai politik dari hukum Istana. Setelah anak-anakmu aman, ceraikan aku dengan pesangon emas." Bagi Ravenna, ini hanyalah transaksi bisnis. Ia hanya ingin selamat dari maut dan pensiun dengan tenang. Namun, logika dan rencananya gagal meramalkan satu hal... Dua anak tiri yang konon 'monster' itu kini menangis memeluk kakinya, enggan dilepaskan. Sementara sang Grand Duke yang terkenal berhati beku? Pria itu menatap Ravenna dengan sorot posesif yang menggelapkan akal sehat. "Kau yang memulai permainan ini, Istriku. Jangan harap aku akan melepaskan apa yang sudah menjadi milikku."

More details
WpActionLinkContent Guidelines