We've updated our Content Guidelines.
Review the latest guidelines to keep sharing stories safely.
between rules and you

between rules and you

  • WpView
    Reads 10
  • WpVote
    Votes 1
  • WpPart
    Parts 2
WpMetadataReadMatureOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sun, Apr 5, 2026
WpInfo
Fiction
Romance
"Gue suka sama lo, Shaka. Mau jadi cowok gue nggak?" "Nggak mau! Sadar gender lo, Raga. Gue laki-laki, dan lo juga laki-laki!" "Gue nggak peduliin itu," Raga mendekat, tatapannya tajam dan nggak main-main. "Intinya, gue suka sama lo, Shaka. Mau lo nolak berkali-kali juga, perasaan gue nggak bakal berubah." Shaka terdiam sesaat, rahangnya mengeras. "Lo gila." "Mungkin," Raga menyeringai tipis, "tapi gue serius." Antariksa Raga-siswa kelas 12.A yang dikenal sebagai pembuat onar, tukang bolos, dan langganan ruang BK-nggak pernah peduli sama apa pun di sekolah. Nilai, aturan, bahkan masa depan, semuanya bukan urusannya. Sampai akhirnya, dia jatuh cinta. Dan sialnya... orang itu adalah Shaka Pamungkas. Ketua OSIS. Siswa teladan. Kebanggaan sekolah. Kebalikan dari dirinya. Setiap hari, Shaka harus menerima laporan dari kepala sekolah tentang ulah Raga. Tugasnya cuma satu-membuat Raga berubah jadi lebih baik. Tapi makin lama mereka bersama, makin sering berhadapan, makin sering juga Raga menunjukkan sisi yang nggak pernah orang lain lihat. Dan yang lebih parah. Perasaan itu nggak hilang. Justru makin dalam. Shaka tahu ini salah. Salah karena mereka sama-sama laki-laki. Salah karena Raga bukan tipe orang yang harusnya dia dekati. Dan salah... karena entah kenapa, dia mulai goyah.
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Nala dan Mas Juragan
  • Rencana Pensiun Dini Nona Villain
  • Prahara Lamaran [END]
  • Kembang Desa (Hiatus)
  • EGLLAR MY PERFECT HUSBAND [END]
  • Stand by Me (END+LENGKAP)
  • Salah Status
  • Hello Mr. Komrad (Complete)
  • Nakula

Setelah menyelesaikan kuliahnya, Kanala Ayudia Kirana (22) diminta oleh keluarganya untuk pulang ke kampung halaman dan tidak perlu bersusah payah mencari pekerjaan di ibu kota. Namun, Nala menolak dengan alasan tidak ingin menyia-nyiakan gelar di belakang namanya. Ia bersikeras ingin mencari pengalaman kerja selama satu tahun terlebih dahulu sebelum benar-benar menetap di kampung. Keluarganya akhirnya menyetujui, dengan satu syarat: Nala hanya boleh bekerja selama satu tahun, tidak lebih. Sayangnya, baru tiga bulan bekerja di salah satu perusahaan ternama, Nala menyerah. Tekanan pekerjaan yang tinggi dan lingkungan kantor yang tidak sesuai dengan ekspektasinya membuatnya kehilangan semangat. Ia pun memutuskan untuk mengundurkan diri dan berdiam diri di kosan, tanpa keberanian untuk memberi tahu keluarganya. Raras-ibu Nala-yang kemudian mengetahui anak bungsunya sudah tidak bekerja lagi, segera mendesaknya untuk pulang. Sebelum Nala sempat menolak, Raras lebih dulu mengancam tidak akan lagi mengirimkan uang bulanan. Terpojok dan kehabisan pilihan, Nala akhirnya menyerah. Ia berkemas dan pulang ke kampung halamannya. Namun siapa sangka? Di antara hamparan sawah dan hari-hari yang membosankan di warung milik ayahnya, hadir Hanggara Wiratama (31), juragan tanah sekaligus pemilik peternakan ayam terbesar di desa tetangga, selain itu ia juga menjalankan usaha jual-beli beras yang ia bangun dari nol, tak lupa dengan usahanya di kota yang tidak banyak diketahui orang. Sosoknya yang tenang dan apa adanya membuat Nala belajar bahwa pulang bukan berarti kalah, melainkan menemukan tempat untuk tumbuh. Bersamanya, Nala menyadari bahwa tidak semua mimpi harus dikejar jauh ke kota, sebagian justru menunggu untuk ditemukan di rumah.

More details
WpActionLinkContent Guidelines