We've updated our Content Guidelines.
Review the latest guidelines to keep sharing stories safely.
Deadline, Data, & Dia

Deadline, Data, & Dia

  • WpView
    Reads 30
  • WpVote
    Votes 10
  • WpPart
    Parts 5
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Thu, Apr 30, 2026
WpInfo
Fiction
Romance
Bagi Nadia Priskila, hidup adalah angka dan presisi. Sebagai Marketing Manager paling ambisius di Medan, dia adalah ratu di atas stiletto yang tak tersentuh. Baginya, masa lalu sudah mati bersama kecelakaan tragis Adrian, dua tahun lalu. Sampai Arkan Rahman datang menghancurkan segalanya. Dimulai dengan noda kopi pekat di atas kemeja Balenciaga mahal Nadia, Arkan masuk sebagai antitesis yang liar dan berbahaya. Pria itu punya wajah yang sama dengan Adrian, membawa aroma robusta, dan membawa satu misi: membongkar skandal berdarah di perusahaan tempat Nadia memuja karier. Di tengah panasnya Medan dan kepulan uap kopi Kesawan, Nadia terdesak. Apakah dia akan terus mengejar promosi di atas tumpukan kebohongan atau menyerah pada Arkan yang menjanjikan keadilan sekaligus kehancuran? Sebab di Medan, kejujuran selalu lebih pahit daripada segelas espresso. Cerita ini on going ya. Update dua hari sekali. Terima kasih. Selamat membaca 😘
All Rights Reserved
#427
officeromance
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Nala dan Mas Juragan
  • EGLLAR MY PERFECT HUSBAND [END]
  • Salah Status
  • Prahara Lamaran [END]
  • Hello Mr. Komrad (Complete)
  • Kembang Desa (Hiatus)
  • Stand by Me (END+LENGKAP)
  • Rencana Pensiun Dini Nona Villain
  • Nakula

Setelah menyelesaikan kuliahnya, Kanala Ayudia Kirana (22) diminta oleh keluarganya untuk pulang ke kampung halaman dan tidak perlu bersusah payah mencari pekerjaan di ibu kota. Namun, Nala menolak dengan alasan tidak ingin menyia-nyiakan gelar di belakang namanya. Ia bersikeras ingin mencari pengalaman kerja selama satu tahun terlebih dahulu sebelum benar-benar menetap di kampung. Keluarganya akhirnya menyetujui, dengan satu syarat: Nala hanya boleh bekerja selama satu tahun, tidak lebih. Sayangnya, baru tiga bulan bekerja di salah satu perusahaan ternama, Nala menyerah. Tekanan pekerjaan yang tinggi dan lingkungan kantor yang tidak sesuai dengan ekspektasinya membuatnya kehilangan semangat. Ia pun memutuskan untuk mengundurkan diri dan berdiam diri di kosan, tanpa keberanian untuk memberi tahu keluarganya. Raras-ibu Nala-yang kemudian mengetahui anak bungsunya sudah tidak bekerja lagi, segera mendesaknya untuk pulang. Sebelum Nala sempat menolak, Raras lebih dulu mengancam tidak akan lagi mengirimkan uang bulanan. Terpojok dan kehabisan pilihan, Nala akhirnya menyerah. Ia berkemas dan pulang ke kampung halamannya. Namun siapa sangka? Di antara hamparan sawah dan hari-hari yang membosankan di warung milik ayahnya, hadir Hanggara Wiratama (31), juragan tanah sekaligus pemilik peternakan ayam terbesar di desa tetangga, selain itu ia juga menjalankan usaha jual-beli beras yang ia bangun dari nol, tak lupa dengan usahanya di kota yang tidak banyak diketahui orang. Sosoknya yang tenang dan apa adanya membuat Nala belajar bahwa pulang bukan berarti kalah, melainkan menemukan tempat untuk tumbuh. Bersamanya, Nala menyadari bahwa tidak semua mimpi harus dikejar jauh ke kota, sebagian justru menunggu untuk ditemukan di rumah.

More details
WpActionLinkContent Guidelines