Katanya, penyesalan selalu datang belakangan dan memang begitulah seharusnya, karena jika penyesalan datang di awal, mungkin tidak akan ada orang yang rela membuat kesalahan Namun bagi sebagian orang, penyesalan justru menjadi hukuman paling kejam. Hukuman yang harus dijalani bertahun-tahun, sambil terus hidup dengan pertanyaan yang sama "Gimana jadinya kalau waktu itu gue memilih hal yang berbeda?" Begitulah yang dirasakan oleh Syeira Annselyn. Selama hampir sepuluh tahun, ia hidup bersama penyesalan yang tak pernah benar-benar hilang Penyesalan pada seseorang yang dulu selalu ia abaikan. Seseorang yang kehadirannya pernah ia anggap biasa. Seseorang yang baru ia sadari begitu berharga ketika semuanya sudah terlambat Sabian Kean Atmaja Laki-laki yang namanya selalu berhasil membuat dadanya sesak, laki-laki yang dulu pernah mencintainya dengan begitu tulus dan laki-laki yang kini hanya bisa ia temui lewat kenangan Malam itu, tepat di hari ulang tahunnya yang ke-27, Syeira duduk sendirian di apartemennya menikmati malam tanpa bintang sehabis pulang bekerja Lampu kota berkilauan di balik jendela, sementara lilin di atas kue ulang tahunnya perlahan meleleh tanpa sempat ditiup Sebenarnya tidak ada pesta, tidak ada ucapan yang benar-benar ia nantikan. Karena satu-satunya hal yang ia inginkan... mustahil untuk diwujudkan. "Di ulang tahun gue yang ke-27 ini, hal yang paling gue pengenin cuma satu" ucapnya Lirih "Kembali ke umur 17 tahun, biar gue bisa memperbaiki semuanya, biar gue nggak pernah nyesel dan yang paling penting biar gue sama Kean ga seasing sekarang"
Más detalles