"Duniaku sepi, tetapi pikiranku benar-benar berisik." Gama tidak tahu, melupakan masa lalu apakah hal terbaik yang pernah ada? Ia yang mengalami kecelakaan tunggal, pada akhirnya kehilangan setengah ingatan khusus pada masa lalunya. Sampai suatu hari tugas dari sekolah membuatnya mengulik masa yang senantiasa menimbulkan tanda tanya di kepala. Lantas masa lalu seperti apa yang dimiliki Gama? Buruk seperti lukisan pertamanya ataukah bahagia seperti foto keluarga yang terbingkai di ruang tengah dengan senyuman yang semringah? Lagi-lagi hanya Gama yang bisa menentukan pilihannya.
More details