Kinanti yang Dinanti

Kinanti yang Dinanti

  • WpView
    GELESEN 552
  • WpVote
    Stimmen 148
  • WpPart
    Teile 7
WpMetadataReadLaufend
WpMetadataNoticeZuletzt aktualisiert Mi., Apr. 15, 2026
WpInfo
Belletristik
Romantik
Kinanti tumbuh tanpa orang tua, dibesarkan oleh kakak perempuannya dengan segala keterbatasan yang tak pernah ia keluhkan. Namun di sudut hatinya, selalu ada rasa minder yang diam-diam menggerogoti-statusnya sebagai anak yatim piatu membuatnya merasa tak pernah benar-benar cukup. Hingga suatu hari, ia memberanikan diri membuka hati. Untuk pertama kalinya, ia percaya pada seorang laki-laki yang terlihat tulus, pada keluarga besar yang seolah menerima dirinya apa adanya. Tapi harapan itu runtuh oleh satu kebohongan. Pras tak pernah benar-benar pergi dari bayang-bayang kesalahannya. Rasa bersalah mengikatnya lebih kuat daripada cinta yang pernah ia miliki. Di tengah desakan keluarga yang ingin ia bangkit dan memulai hidup baru, Pras memilih tetap tinggal dalam penyesalan. Baginya, menebus luka perempuan itu adalah satu-satunya cara bernapas tanpa dihantui masa lalu. Dua hati dengan beban berbeda. Satu terluka karena dikhianati. Satu terperangkap dalam rasa bersalah yang tak berujung. Ketika takdir mempertemukan mereka kembali tanpa rencana, tanpa kesiapan-apakah itu kesempatan kedua... atau awal dari luka yang lebih dalam?
Alle Rechte vorbehalten
Werde Teil der größten Geschichtenerzähler-CommunityErhalte personalisierte Geschichtenempfehlungen, speichere deine Favoriten in deiner Bibliothek und kommentiere und stimme ab, um deine Community zu vergrößern.
Illustration

Vielleicht gefällt dir auch

  • Nala dan Mas Juragan
  • Salah Status [END]
  • Hello Mr. Komrad (Complete)
  • Rencana Pensiun Dini Nona Villain
  • Stand by Me (END+LENGKAP)
  • Nakula
  • Kembang Desa
  • Prahara Lamaran [END]
  • EGLLAR MY PERFECT HUSBAND [END]

Setelah menyelesaikan kuliahnya, Kanala Ayudia Kirana (22) diminta oleh keluarganya untuk pulang ke kampung halaman dan tidak perlu bersusah payah mencari pekerjaan di ibu kota. Namun, Nala menolak dengan alasan tidak ingin menyia-nyiakan gelar di belakang namanya. Ia bersikeras ingin mencari pengalaman kerja selama satu tahun terlebih dahulu sebelum benar-benar menetap di kampung. Keluarganya akhirnya menyetujui, dengan satu syarat: Nala hanya boleh bekerja selama satu tahun, tidak lebih. Sayangnya, baru tiga bulan bekerja di salah satu perusahaan ternama, Nala menyerah. Tekanan pekerjaan yang tinggi dan lingkungan kantor yang tidak sesuai dengan ekspektasinya membuatnya kehilangan semangat. Ia pun memutuskan untuk mengundurkan diri dan berdiam diri di kosan, tanpa keberanian untuk memberi tahu keluarganya. Raras-ibu Nala-yang kemudian mengetahui anak bungsunya sudah tidak bekerja lagi, segera mendesaknya untuk pulang. Sebelum Nala sempat menolak, Raras lebih dulu mengancam tidak akan lagi mengirimkan uang bulanan. Terpojok dan kehabisan pilihan, Nala akhirnya menyerah. Ia berkemas dan pulang ke kampung halamannya. Namun siapa sangka? Di antara hamparan sawah dan hari-hari yang membosankan di warung milik ayahnya, hadir Hanggara Wiratama (31), juragan tanah sekaligus pemilik peternakan ayam terbesar di desa tetangga, selain itu ia juga menjalankan usaha jual-beli beras yang ia bangun dari nol, tak lupa dengan usahanya di kota yang tidak banyak diketahui orang. Sosoknya yang tenang dan apa adanya membuat Nala belajar bahwa pulang bukan berarti kalah, melainkan menemukan tempat untuk tumbuh. Bersamanya, Nala menyadari bahwa tidak semua mimpi harus dikejar jauh ke kota, sebagian justru menunggu untuk ditemukan di rumah.

Mehr Details
WpActionLinkInhaltsrichtlinien