I'm a daughter

I'm a daughter

  • WpView
    Membaca 54,437
  • WpVote
    Vote 2,813
  • WpPart
    Bab 55
WpMetadataReadLengkap Kam, Mar 2, 2017
WpInfo
Fiksi
Aksi dan Thriller
Aku polisi.. namun bagaimana jika tersangkaku adalah ayahku? Haruskah aku bertingkah seperti anak atau seperti polisi?
Seluruh Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang
#179
police
WpChevronRight
Bergabunglah dengan komunitas bercerita terbesarDapatkan rekomendasi cerita yang dipersonalisasi, simpan cerita favoritmu ke perpustakaan, dan berikan komentar serta vote untuk membangun komunitasmu.
Illustration

anda mungkin juga menyukai

  • Conscience.
  • Transmigrasi Brandal Bandung || {on going}
  • Perfect Boy [END]
  • Gionatan ( SUDAH TERBIT )
  • Transmigrasi bad girl
  • My Love Is Criminal
  • Dua Hati
  • SNEAK A PEAK
  • Agent House ( END )

Setiap orang memiliki hati nurani. Tidak terkecuali orang paling keji dan paling jahat sekalipun. Yang mengherankan dari hati nurani adalah semua orang memilikinya, tapi tidak terlalu banyak yang menggunakannya. Terkadang orang yang menjunjung tinggi keadilan dan kebajikan justru adalah orang yang jarang menggunakan hati nuraninya. Lalu apa sebenarnya hati nurani itu? Mengapa orang yang mengaku sebagai pembela kebenaran justru bertingkah brutal sementara orang yang jelas-jelas berbuat jahat itu adalah orang yang paling tidak mampu menyakiti orang lain? Singkatnya ini adalah sepotong kisah kecil dari perjalanan hidup orang yang sudah melupakan hati nuraninya dan orang-orang yang masih menggunakan hati nuraninya agar tetap waras di zaman kegilaan. Dimana penjahat dengan terang-terangan berbuat jahat dan aparat pembela kebenaran juga ikut berbuat jahat. Yang paling mengerikan di jaman ini adalah seorang yang memiliki pangkat tertinggi sebagai pembela masyarakat kecil atau yang lebih dikenal sebagai polisi ternyata justru menjadi korban dari aksi kejahatan. Atau mungkin lebih pantas dibilang sebagai karma atas perbuatannya selama ini. Bukan berarti dia kejam atau sebagainya, tapi dia hanya berpikir atas perintah saja tanpa memperhatikan sisi kemanusiaan yang dia junjung tinggi sebelum mendapat jabatan. Tentunya dia frustasi karena semua tidak sesuai dengan apa yang dia bayangkan. Karena di jaman ini, penjahat bisa lebih manusiawi daripada orang yang mengaku sebagai pelindung masyarakat. Rekan kerja, pimpinan di tempat kerja, anggota dewan dan bahkan keluarga dan anak-anak tidak lagi berharga di depan orang pembunuh. Dan sialnya lagi, Sugeng selaku kepala polisi harus berhadapan dengan mereka dengan status yang terbalik.

Detail lengkap
WpActionLinkPanduan Muatan