Hello Mr. Perfect!

Hello Mr. Perfect!

  • WpView
    Reads 3,646
  • WpVote
    Votes 442
  • WpPart
    Parts 22
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Tue, Jul 7, 2026
Kehidupan Themis Ioannidis berubah seratus delapan puluh derajat sepeninggalan ibunya. Sepetak kafe di antara tembok-tembok tinggi di kawasan elite adalah satu-satunya warisan paling tidak berguna! Pasalnya, Penteli adalah wilayah pegunungan jauh di bagian utara Athena dan merupakan kawasan elite bagi para orang kaya, tempat yang tenang dan jauh dari kepadatan penduduk seperti di pusat kota. Sementara ia harus menanggung sewa perbulan dengan jumlah yang tidak kita-kira. Di antara kesialan itu, Nikolai Vasiliou menjadi satu-satunya pelanggan setia dan Tuan Tukang Kritik. "Kamu payah dalam berbisnis. Bahkan kopi ini teksturnya kasar sekali. Apakah kamu menggiling bijinya pakai sisa reruntuhan marmer? Sayang sekali pemandangan seindah ini harus rusak dengan kopi bagai air cucian piring." "Terima kasih karena setia membeli kopi bagai air kobokan ini, Tuan Sempurna."
All Rights Reserved
#1
coffee
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Crush
  • HIRAETH (Completed)
  • A Matchmaker's Quest
  • Melewatkanmu
  • Under The Same Roof
  • To Touch the Moon
  • Not Meant to Last
  • Playing With Fire
  • Let's End This Marriage [LENGKAP]
  • Cinta Tanggung Bulan
Crush

"I don't have a crush on you, I'm in love." * Nadhi menghabiskan tahun pertama sebagai mahasiswa untuk melangkah keluar dari zona nyamannya. Merantau jauh dari keluarga, tinggal di tempat baru, berkenalan dengan orang baru, dan jatuh cinta. Pada satu malam saat dikuasai keberanian, Nadhi menyatakan cinta pada Alam, laki-laki yang bersahabat dengannya selama tujuh belas tahun. Nadhi tidak menyiapkan diri dari penolakan, dan hal itu dilemparkan tepat di wajahnya. Penolakan Alam meninggalkan luka dan ketidakinginan dicintai orang lain, tetapi justru itu yang terjadi. Sudah satu tahun sejak Fariz hanya mengagumi Nadhi dari kejauhan. Saat datang kesempatan untuk berada di dekat Nadhi, Fariz segera menyambarnya. Berbagi tempat dengan Alam bukan masalah baginya sampai Fariz menyadari bahwa ia hanya menggenggam harapan semu. Setelah segala cara yang dilakukan Fariz untuk menunjukkan perasaan pada Nadhi, tetap tidak ada tempat untuknya di hati perempuan itu.

More details
WpActionLinkContent Guidelines