Jajar Genjang

Jajar Genjang

  • WpView
    GELESEN 43
  • WpVote
    Stimmen 5
  • WpPart
    Teile 4
WpMetadataReadLaufend
WpMetadataNoticeZuletzt aktualisiert Mi., Apr. 15, 2026
Bersekolah di kota itu berarti harus memiliki gaya hidup baru, dan harus pula beradaptasi dengan lingkungan sekitar. Bagi Rian, itu agak mustahil. Mengingat kehidupan di kota mungkin lebih keras daripada saat dia masih di desa. Syukur-syukur ada Sagara sama temen-temennya yang sigap nyambut sama nemenin keseharian Rian. Jadinya hidup Rian nggak sesulit apa yang dia pikir. Rian dari awal memang nggak mengharap apapun dari orang kota, dia tau orang kota itu kebanyakan brengsek bahkan kalau mereka berteman dekat. Jadi Rian siap-siap saja kalau memang bertemu dengan orang begitu, tapi siapa sangka orang brengsek itu rupanya orang yang dia taksir? ════════════ "Lo punya otak nggak sih, Ri?" tanya Rian getir sendiri. "Maaf, Ian." Yang jadi pertanyaan Sagara, mau sampai kapan Rian menelan kata maaf? Sampai dunia jungkir balik jadi keping kerak bumi? "Udahlah, Ian. Ngapain masih nahan si Rio, sih? Lepas ajalah," ujar Sagara hari itu, yang langsung ditolak oleh seribu alasan sayang oleh Rian. ══════════════ ⚠️ BL © Nan4yz_
Alle Rechte vorbehalten
#214
friendstolovers
WpChevronRight
Werde Teil der größten Geschichtenerzähler-CommunityErhalte personalisierte Geschichtenempfehlungen, speichere deine Favoriten in deiner Bibliothek und kommentiere und stimme ab, um deine Community zu vergrößern.
Illustration

Vielleicht gefällt dir auch

  • Berandalan di Mata Sang Tuan Muda.
  • I'm Not Just a Figuran
  • GRAVARENZO
  • Transmigrasi Ziora
  • GHAIKA (REVISI)
  • The Time
  • ATLANTIS 2: PANGLIMA
  • Blueprint Pelarian Villain [END]
  • EVANESCENT (HIATUS)
  • Tsundere Maniak Susu

​Suara decit sepatu basket yang bergesekan dengan lantai semen SMA Nusantara Bakti seolah menjadi satu-satunya melodi yang akrab di telinga Arga. Matahari Jakarta yang menyengat di jam 12 siang sama sekali tidak ia gubris. Peluh membasahi jersey birunya, mengalir melewati leher dan hilang di balik kain yang sudah basah kuyup. ​Bagi Arga, hanya di lapangan ini dunia terasa jujur. Di sini, musuhnya jelas: ring basket dan lawan main. Tidak ada teriakan ibunya yang melengking menyalahkan takdir, tidak ada bau alkohol dari ayahnya yang pulang pagi membawa tumpukan utang baru, dan tidak ada beban rasa bersalah setiap kali melihat kakaknya pulang kerja dengan wajah pucat demi membiayai sekolahnya. ​"Arga! Berhenti main atau gue laporin ke BK karena bolos jam sejarah lagi!" ​Arga menghentikan dribel bolanya. Ia menoleh, menyeka keringat dengan punggung tangan, lalu menyeringai tipis melihat pengurus OSIS yang berdiri di pinggir lapangan dengan buku catatan. ​"Laporin aja," sahut Arga santai. "Ruang BK udah kayak rumah kedua buat gue, sekalian titip salam buat Pak Hendra." ​Di sisi lain koridor sekolah yang lebih dingin karena hembusan AC, melangkah sosok yang menjadi pusat gravitasi SMA Nusantara Bakti. Adrian. ​Setiap langkahnya terukur, seragamnya rapi tanpa cela, dan wajah blasterannya yang seolah dipahat langsung oleh malaikat, selalu memasang ekspresi datar yang sulit ditembus. Sebagai Ketua OSIS sekaligus putra tunggal dari pemilik Arsenio Group, Adrian adalah definisi kesempurnaan yang nyata. Hidupnya adalah garis lurus yang tenang, penuh fasilitas, dan kasih sayang yang melimpah. ​⊹ ࣪ ﹏𓊝﹏𓂁﹏⊹ ࣪ ˖⊹ ࣪ ﹏𓊝﹏𓂁﹏⊹ ࣪ ˖ WARNING ⚠ - b×b - BL lokal - Mpreg - ini cerita bl, awas jangan salah lapak. - banyak typo bertebaran.

Mehr Details
WpActionLinkInhaltsrichtlinien