Kita yang tak pernah direncanakan
Ada yang bilang, kebetulan itu cuma mainan semesta.
Tapi kayaknya itu nggak berlaku buat Kalin.
Kalin merupakan mahasiswa ilmu komunikasi yang memiliki kehidupan tenang, meski terkadang sering dikejar-kejar adik tingkatnya yang naksir berat dengannya.
Suatu hari, setelah urusan liburan di Malang usai, Kalin harus kembali pulang ke kotanya. Namun, tidak disangkanya, saat berada di pesawat ia duduk dengan laki-laki tampan yang diketahui namanya adalah Januarta. Keduanya bertemu pada satu kursi yang sama. Selama 1-2 jam perjalanan, Kalin dengan Januarta saling berbincang dan berpisah begitu saja setelah sampai di tujuan. Namun, tanpa Kalin duga, ia kembali bertemu dengan Januarta di satu kafe favoritnya yang ternyata juga menjadi kafe favorit laki-laki itu. Hari demi hari, komunikasi yang berentet panjang itu mulai membawanya untuk menjadi lebih dekat dengan laki-laki itu. Seorang laki-laki penuh prinsip yang tanpa sadar menjerumuskan Kalin ke dalam banyak sekali kedilemaan karena batasannya.
Apakah Kalin bisa membawa perasaan dengan akhir yang bahagia? Atau justru batasan itu sengaja diciptakan Januarta karena memang tak pernah berniat untuk serius?