Semper Fidelis

Semper Fidelis

  • WpView
    Reads 2
  • WpVote
    Votes 1
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Mon, Apr 6, 2026
Carla Hayden, seorang putri dari Jendral perang terhebat sepanjang sejarah kerajaan Terra Vulcanus, Armando Hayden. Tapi mengapa seorang putri dari pahlawan tanah agung sungguh sangat bodoh? Posisi bangsawan di tangan gadis itu bagaikan kubangan lumpur, kotor dan tak pantas di agungkan. Banyak rumor yang tersebar dan semua orang sudah tau itu benar tanpa perlu memastikan nya. Apa yang salah? Harta, Tahta, Martabat dan Kekuasaan dia miliki, lalu kenapa ia tak bisa menjadi seperti yang di harapkan? "bukan kah itu nona muda Hayden? " "benar, itu dia, astaga.... ternyata ia sungguh seperti yang di rumorkan" "kau benar, sungguh gadis yang tak tahu malu" "Kau sadar tidak kalau gadis itu berbeda dari Saudara nya yang lain" "astaga, kenapa aku tak menyadari hal itu, jangan jangan... dia anak Ha-" "shhttt! diam lah, kau ingin di rundung oleh cacing itu?" Busuk, sangat Busuk aroma ruangan pengap itu. Sadarkah meraka bila orang yang sesungguhnya bodoh di sini adalah diri mereka sendiri? sulit untuk membersihkan sungai yang kotor, jadi lebih baik jangan di bersihkan. Karna pada akhirnya sungai itu akan kotor lagi.
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • The Time
  • GRAVARENZO
  • Transmigrasi Ziora
  • I'm Not Just a Figuran
  • EVANESCENT (HIATUS)
  • GHAIKA (REVISI)
  • ATLANTIS 2: PANGLIMA
  • Blueprint Pelarian Villain
  • Berandalan di Mata Sang Tuan Muda.
  • Tsundere Maniak Susu
The Time

Tiga tahun Jeselyn Ananta menghabiskan waktunya mengejar bayang-bayang tunangan nya, Leon Gamalio. Baginya, Leon adalah segalanya. Namun, malam itu mengubah segalanya. Hantaman keras sebuah truk di persimpangan jalan gelap membuat nya berada di ambang maut, dalam koma yang panjang, jiwa Jeselyn melayang masuk ke sebuah masa depan yang tak pernah ia bayangkan. Ia melihat dirinya sendiri dalam versi yang lebih dewasa, lebih rapuh, dan hancur di tengah kemewahan sebuah rumah megah. "Mau ke mana lagi?" tanya Jeselyn masa depan dengan suara serak akibat tangis. "Menemani wanita yang sedang mengandung anakku," jawab Leon dingin, tanpa sedikit pun menoleh. Kenyataan pahit itu menghujam jantung Jeselyn. Pernikahan yang ia impikan ternyata hanyalah penjara tanpa cinta.

More details
WpActionLinkContent Guidelines