Sekeping Hati yang Baru

Sekeping Hati yang Baru

  • WpView
    Reads 261
  • WpVote
    Votes 12
  • WpPart
    Parts 2
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Thu, Jun 4, 2015
Dia disana, batinku berteriak ketika aku menyadari seseorang memasuki ruangan cafe. Aku melihatnya, seorang gadis yang menenteng tas di punggungnya dan mendekap beberapa buku di tangannya. Dia begitu cantik hari ini. Tanpa sadar mataku terus mengawasinya. Awalnya dia kebingungan karena entah mengapa sore ini keadaan cafe sangatlah ramai. Matanya terus mencari keberadaan tempat kosong di ruangan ini. Hingga tanpa kusadari dia telah menatapku. Alisnya terangkat dan senyum terkembang di bibir mungilnya
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Oddly Coupley (Complete)
  • MY HOPE IS YOU (END)
  • Langit di Antara Kita
  • The Chaos After You [ COMPLETE ]
  • Cerita Tentang Langit Malam
  • ROMANCE FROM HIGH SCHOOL
  • Lonte Vs Gigolo (The Coli Trilogi I) (End)
  • Loving You
  • Before I Knew Light
  • Terima Kasih, Rumah

"Daripada gue susah-susah cari calon suami yang oke, mending nikah sama lo aja, Ren. Yuk!" Ucapan Sybil dibalas semburan kopi yang langsung membasahi wajah jelitanya. Sementara itu, Daren yang terkejut tidak bisa bicara apa-apa. Otak sahabat yang sudah dua belas tahun dikenalnya itu, sepertinya memang benar-benar eror. "Lo tau kan kalau gue itu..." ucapan Daren menggantung. "Tau. Makanya gue mending sama lo. Tau sendiri gue nggak ada tendensi buat nikah. Nah... kalau sama lo at least nggak berasa nikah kan. Kayak kita bisa jadi housemate aja. Cuma emang 'terikat' supaya nggak kena grebek." Syibil mengemukakan alasannya begitu lancar. "Tap..." "Lo juga dapat benefit dari ini. Status kita nanti cukup buat jadi tameng di depan keluarga lo juga. Gimana?" Kemampuan persuasi Sybil memang luar biasa. Penawaran darinya terdengar menggiurkan ditelinga Daren. Lelaki itu pun dengan mudah setuju dibuatnya. "Deal."

More details
WpActionLinkContent Guidelines