Mi Amor as Beautiful as the Moonlight
Bagaimana jadinya ketika kamu menemukan pria tampan yang mengalami kecelakaan tepat di hadapanmu? Akankah kamu menolongnya? Atau justru kamu akan mengabaikannya?
Elora Aveline Kirana Sarasvati. Saat berusia 17 tahun, gadis itu pernah menyelamatkan seorang pria yang mengalami kecelakaan tepat di hadapannya. Saat itu hujan turun begitu deras hingga jalan sepi karena orang-orang masuk ke dalam rumah masing-masing. Atau mungkin beberapa orang singgah untuk berteduh di suatu tempat. Entahlah yang Elora tahu saat itu tidak ada orang di sekitarnya.
Elora adalah gadis yang diperlakukan buruk oleh keluarga dan warga di desanya. Cacian, hinaan, tuduhan, dan tak jarang juga ia mendapatkan pukulan dari bapaknya sendiri. Namun Elora tidak melawan, ia hanya diam saat semua itu terus berlanjut. Baginya, percuma saja melawan banyak orang itu, sementara ia hanya sendiri dan tak berdaya.
Ketika Elora merawat pria itu selama 1 bulan lebih, pria itu memperlakukannya berbeda dengan orang lain. Perlakuan yang tidak pernah Elora dapatkan. Pria itu selalu bersikap lembut, perhatian, merendahkan suara, dan bersabar atas segala tingkahnya. Membuat sesuatu di dalam diri Elora tersentuh. Rasa nyaman mulai bersarang didadanya. Sehari tidak bertemu dengan pria itu, adalah penderitaan bagi Elora.
Hingga hari itu tiba, hari yang tidak pernah terpikirkan oleh Elora. Pria itu pergi, meninggalkan secarik kertas berisi surat untuknya. Dibuat nyaman lalu di tinggalkan. Bukankah itu lucu? Ralat, bukankah itu menyakitkan? Elora semakin hancur saat sahabatnya mengabarkan akan pindah ke pusat kota untuk menetap di sana.
Dari semua deretan teks di dalam kertas surat, ada satu kalimat pendek yang menarik perhatian Elora. Menimbulkan banyak pertanyaan di benaknya. 'Saya janji akan menjemputmu' begitulah isinya. Akankah pria itu menjemputnya? Atau apakah itu hanya sebuah kalimat bualan? Elora tidak tahu pasti. Yang Elora tahu pria itu telah meninggalkannya.
Hingga 6 tahun kemudian pria itu kembali.