"Delapan tahun kita bukan angka, Geon. Tapi separuh nyawa yang sekarang harus kucabut paksa."
Geonwoo si anak Sosiologi dan Sangwon si anak Sastra adalah definisi 'selamanya', sampai semester enam memaksa mereka menjadi 'asing'. Tanpa pengkhianatan, tanpa amarah, mereka memilih putus dengan cara yang paling sopan-dan justru itu yang paling menghancurkan.
Ini bukan kisah tentang mencari pengganti, tapi tentang bagaimana rasanya tetap bernapas saat rumah tempatmu pulang selama delapan tahun kini tak lagi memiliki kunci yang sama.
Karena ternyata, perpisahan paling kejam adalah saat kita masih saling mencintai, namun tak lagi punya alasan untuk tinggal.
"Kita sudah cukup ya, Geon?"
Sebuah anatomi tentang cinta yang mengendap, dan rindu yang tak lagi memiliki tempat.
All Rights Reserved