kota ulontost tidak pernah benar-benar sunyi. di pusat kota, SMP utama yaitu SMP ulontost berdiri dengan pilar-pilar putih setinggi pohon kelapa, saksi bisu bergenerasi-generasi remaja tumbuh dewasa. saat pagi, derap kaki seribu siswa berseragam dongker putih meramaikan trotoar, membuat kafe-kafe kecil di seberangnya mendadak penuh.
namun, saat malam tiba, sekolah itu berubah drastis. bayangan bangunannya yang memanjang seolah menelan jalanan di bawahnya, menciptakan suasana tegang. penduduk kota tahu, di balik dinding-dinding kokoh itu, ada rahasia yang disimpan rapat, sama tuanya dengan bangunan itu sendiri.
di SMP ulontost yang berdiri tenang di antara riuhnya dunia, terdapat satu kelas yang tak sekadar menjadi ruang belajar, melainkan ruang bertumbuh bagi jiwa-jiwa muda yang penuh cahaya. tiga puluh dua murid unggulan menghuni kelas itu-bukan hanya unggul dalam angka dan prestasi, tetapi juga dalam cara mereka memahami makna kebersamaan.
tiga puluh dua siswa itu adalah kumpulan jiwa yang masing-masing membawa cahaya dan luka, harapan dan keraguan, namun memilih untuk tumbuh bersama dalam satu ruang yang sama. mereka bukan sekadar deretan nama di daftar hadir, melainkan cerita-cerita yang saling beririsan-tentang perjuangan yang tak selalu terlihat, tentang mimpi yang diam-diam diperjuangkan, dan tentang keberanian untuk tetap melangkah meski sering merasa goyah. dalam kebersamaan, mereka belajar bahwa keunggulan sejati bukan hanya tentang menjadi yang terbaik, tetapi tentang mampu saling menguatkan, saling memahami, dan tetap tinggal ketika keadaan tidak lagi mudah.
nama nama murid(tokoh utama):
-humaira(Caca)- ketua kelas
-khanza- wakil ketua
-syahira- sekretaris
-nigel- bendahara
-azilla
-renatha
-bintang
-latifah
-hamizan
-arva
-ruvy
-wita
-dipa
-dhatu
-kania
-fathir
-akbar
-movic
-divel
-fathia
-farras
-neta😼
-embun
-zahwa
-alya
-kiki
-jihan
-aiko
-nazwa
-athifa
-ila😽
-zizah
//sesuai kursi//
desainer/illustrator:azilla
inspirator:9.4
beta R:ru
All Rights Reserved