Unfinished Us

Unfinished Us

  • WpView
    Reads 12
  • WpVote
    Votes 0
  • WpPart
    Parts 4
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Fri, Apr 10, 2026
WpInfo
Fiction
Romance
Mereka bilang, jika dua orang memang ditakdirkan bersama, akan ada benang merah yang mengikat mereka-meski tak terlihat. Briella Mireya Arvand tidak pernah menyangka sebuah game online akan mempertemukannya dengan seseorang yang perlahan menjadi tempat pulangnya. Elian Aurelion Valerian-seseorang yang awalnya hanya suara di balik layar, lalu berubah menjadi seseorang yang paling ia tunggu setiap malam. Mereka tertawa bersama, bercerita tentang luka yang tidak pernah mereka tunjukkan pada siapa pun, dan perlahan jatuh terlalu dalam. Namun hidup tidak selalu berpihak pada dua orang yang saling mencintai. Jarak, waktu, dan kehidupan masing-masing membuat mereka harus berjalan ke arah yang berbeda. Bukan karena perasaan itu hilang... tapi karena saat itu bukan waktu yang tepat. Tapi bagaimana jika takdir tidak pernah benar-benar melepaskan mereka? Bagaimana jika, setelah semua yang terjadi... benang merah itu masih mengikat mereka? Right person. Wrong time. But some stories were never meant to end.
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • The Time
  • Tsundere Maniak Susu
  • GRAVARENZO
  • Blueprint Pelarian Villain [END]
  • ATLANTIS 2: PANGLIMA
  • I'm Not Just a Figuran
  • GHAIKA (REVISI)
  • Transmigrasi Ziora
  • Berandalan di Mata Sang Tuan Muda.
  • EVANESCENT (HIATUS)
The Time

Tiga tahun Jeselyn Ananta menghabiskan waktunya mengejar bayang-bayang tunangan nya, Leon Gamalio. Baginya, Leon adalah segalanya. Namun, malam itu mengubah segalanya. Hantaman keras sebuah truk di persimpangan jalan gelap membuat nya berada di ambang maut, dalam koma yang panjang, jiwa Jeselyn melayang masuk ke sebuah masa depan yang tak pernah ia bayangkan. Ia melihat dirinya sendiri dalam versi yang lebih dewasa, lebih rapuh, dan hancur di tengah kemewahan sebuah rumah megah. "Mau ke mana lagi?" tanya Jeselyn masa depan dengan suara serak akibat tangis. "Menemani wanita yang sedang mengandung anakku," jawab Leon dingin, tanpa sedikit pun menoleh. Kenyataan pahit itu menghujam jantung Jeselyn. Pernikahan yang ia impikan ternyata hanyalah penjara tanpa cinta.

More details
WpActionLinkContent Guidelines