Denyut Nadi Dokter Dony

Denyut Nadi Dokter Dony

  • WpView
    Reads 60,578
  • WpVote
    Votes 9,673
  • WpPart
    Parts 42
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Mon, Jul 13, 2026
Bagaimana rasanya hidup dengan ayah yang berteman dengan mayat setiap hari? Tanya saja pada Juna. Mahasiswa seni rupa yang hatinya selembut kapas ini punya satu masalah besar. Dia hypochondriac. Ketempelan ulat bulu saja dia langsung bikin draf surat wasiat di notes HP karena takut keracunan. Masalahnya, curhat ke ayahnya adalah ide terburuk di dunia. Dr. Dony adalah ahli forensik yang dingin dan nyaris tanpa ekspresi. Saat Juna menangis karena jarinya berdarah tergores kertas HVS, Dony malah menjelaskan bagaimana proses pembusukan jaringan tubuh terjadi 24 jam setelah manusia mati. (Sangat membantu, Dok. Terima kasih) Dinamika mereka murni komedi gelap. Juna si drama urusan penyakit, dan Dony si ensiklopedia berjalan yang kelewat lempeng. Siapkan dirimu untuk melihat bentrokan paling absurd antara ilmu pasti kematian dan imajinasi liar seorang anak yang (merasa) selalu di ambang maut!
All Rights Reserved
#12
family
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Love me or die
  • Same, But Not
  • The Servant [James Harem]
  • Last Hope - Cawooz
  • Garwo
  • I'm Not Just a Figuran
  • Jodoh Pilihan Mama
  • Justine
  • TOXIC BOYFRIEND
  • FRIEND'S? - KRATINGMEEN

"Gila! Axelio benar-benar sakit jiwa!" umpat Yura keras-keras pada kamar kosnya yang sepi. Bagaimana tidak? Axelio Valcrest, sang antagonis pria berdarah dingin, jatuh cinta pada pandangan pertama kepada Arcelia , si female lead yang berhati malaikat. Cinta yang semula indah berubah menjadi obsesi gelap yang mengerikan. Karena cintanya ditolak-sebab Arcelia mencintai sahabat kecilnya, Elvano sang male lead utama-Axelio tanpa ragu menghabisi Elvano dan mengurung Arcelia di dalam mansion mewahnya yang menyerupai sangkar emas. Namun, yang paling membuat Yura meradang adalah nasib tunangan Axelio, Ravena Dracarys. Sebagai antagonis wanita, Ravena begitu terobsesi pada Axelio. Puncaknya, hanya karena Ravena menampar Arcelia demi mempertahankan harga dirinya, Axelio tanpa belas kasihan mengeksekusi tunangannya sendiri. Perut Yura tiba-tiba berbunyi nyaring, memutus untaian kekesalannya. "Aduh, lapar lagi. Keluar bentar deh, di depan gang biasanya masih ada yang jual nasi goreng." Sambil bersenandung kecil untuk mengusir sepi, Yura berjalan menyusuri trotoar malam yang lengang. Dia baru saja hendak menyeberang jalan ketika seberkas cahaya silau memedihkan matanya dari arah samping. Tinnnnnnnnnnn! "Ravena... Sayang, bangun..." Gila! Gue transmigrasi?! jerit Yura dalam hati. "Axel, aku ingin membatalkan pertunangan kita." "Ravena Dracarys..." Axel berbisik rendah, suaranya terdengar seperti seringai iblis yang merayap di kulit. "Kau pikir... kau siapa bisa memutuskan untuk membatalkan pertunangan ini secara sepihak, hm?"

More details
WpActionLinkContent Guidelines