Just Pretend, Okay?  | Luffy x Hancock

Just Pretend, Okay? | Luffy x Hancock

  • WpView
    Membaca 180
  • WpVote
    Vote 29
  • WpPart
    Bab 3
WpMetadataReadBersambung
WpMetadataNoticePublikasi terakhir Rab, Apr 8, 2026
WpInfo
Fiksi Penggemar
One Piece
Di tengah panasnya Rio de Janeiro, hidup Boa Hancock berjalan seperti biasanya; sederhana, melelahkan, dan penuh gangguan yang tidak pernah ia minta. Bekerja di kafe kecil dekat pantai, Hancock sudah terbiasa dengan tatapan, komentar, dan ajakan yang melewati batas bahkan penolakan yang dilakukan Hancock sudah menjadi rutinitas. Sampai suatu hari, Hancock sudah mencapai batas, ia terlalu lelah untuk bersikap sabar. Dalam satu keputusan spontan, ia menarik tangan seorang pria asing dan mengatakan satu kalimat yang mengubah segalanya: "Ini pacarku." Pria itu adalah Monkey D. Luffy; seorang pemuda lokal yang hidup tanpa beban, tanpa rencana, dan... tanpa pemahaman tentang apa itu "pacaran". Yang seharusnya hanya kebohongan kecil berubah menjadi kesepakatan aneh: hubungan pura-pura untuk membuat kehidupan nya berhenti diganggu!
Seluruh Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang
#19
luffyxhancock
WpChevronRight
Bergabunglah dengan komunitas bercerita terbesarDapatkan rekomendasi cerita yang dipersonalisasi, simpan cerita favoritmu ke perpustakaan, dan berikan komentar serta vote untuk membangun komunitasmu.
Illustration

anda mungkin juga menyukai

  • JEEVANA
  • The King & The Doctor ✓
  • [BL Transmigrasi] Male Concubine [✓]
  • KUASA DUNIAWI(Transmigrasi BL)
  • NIGHT NOISES || 🌴🦌 [END]
  • Second
  • Given || Ju Jihoon
  • Love at Time's Brink [PROSES TERBIT]✔️
  • I Want to Live [END]
  • Secretary Or Mommy? || HIATUS
JEEVANA

"Gue terpaksa nikah sama lo, demi bayi yang ada di perut lo." Kata-kata itu jatuh seperti pisau yang menancap tepat di hati Kiana Alisha. Pernikahan yang seharusnya menjadi momen bahagia, kini hanya terasa seperti hukuman. Ia tidak diinginkan. Bukan sebagai istri, bukan sebagai seseorang yang layak dicintai. Pria di hadapannya, sosok yang dingin dan kasar, menikahinya bukan karena cinta-hanya karena tanggung jawab, Tatapan matanya tajam, seolah berkata bahwa semua ini hanya sementara. Bahwa setelah bayi itu lahir, segalanya akan berakhir semuanya. Namun, takdir selalu punya cara untuk mempermainkan hati manusia. Dalam kebencian, mungkin terselip perasaan yang tak terduga?

Detail lengkap
WpActionLinkPanduan Muatan