Melancholic Sky [Keonhyeon]

Melancholic Sky [Keonhyeon]

  • WpView
    Reads 70,778
  • WpVote
    Votes 7,171
  • WpPart
    Parts 69
WpMetadataReadComplete Thu, Jul 2, 2026
Pada masa Batavia di bawah bayang-bayang kolonial, Serana mendapat kesempatan langka untuk berbaur di lingkungan kalangan terpandang, baik keturunan Belanda maupun pribumi, berkat latar belakang keluarganya. Di sanalah ia bertemu Benjamin Caspian, pemuda berdarah Belanda yang dikenal dingin, sulit didekati, dan disegani banyak orang. Namun, berbeda dari yang lain, Serana tidak gentar, ia justru berani menatap dan menantangnya. Pertemuan itu menjadi awal dari kisah yang tak terduga, tentang perbedaan yang mencolok, keberanian yang perlahan tumbuh, dan hubungan yang diam-diam berkembang di antara batas-batas yang seharusnya tak terlewati. Fiksi | BxB | Boyslove ── raa
All Rights Reserved
#67
keonhyeon
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Love me or die
  • I'm Not Just a Figuran
  • Garwo
  • Jodoh Pilihan Mama
  • Same, But Not
  • Last Hope - Cawooz
  • TOXIC BOYFRIEND
  • The Servant [James Harem]
  • FRIEND'S? - KRATINGMEEN
  • Justine

"Gila! Axelio benar-benar sakit jiwa!" umpat Yura keras-keras pada kamar kosnya yang sepi. Bagaimana tidak? Axelio Valcrest, sang antagonis pria berdarah dingin, jatuh cinta pada pandangan pertama kepada Arcelia , si female lead yang berhati malaikat. Cinta yang semula indah berubah menjadi obsesi gelap yang mengerikan. Karena cintanya ditolak-sebab Arcelia mencintai sahabat kecilnya, Elvano sang male lead utama-Axelio tanpa ragu menghabisi Elvano dan mengurung Arcelia di dalam mansion mewahnya yang menyerupai sangkar emas. Namun, yang paling membuat Yura meradang adalah nasib tunangan Axelio, Ravena Dracarys. Sebagai antagonis wanita, Ravena begitu terobsesi pada Axelio. Puncaknya, hanya karena Ravena menampar Arcelia demi mempertahankan harga dirinya, Axelio tanpa belas kasihan mengeksekusi tunangannya sendiri. Perut Yura tiba-tiba berbunyi nyaring, memutus untaian kekesalannya. "Aduh, lapar lagi. Keluar bentar deh, di depan gang biasanya masih ada yang jual nasi goreng." Sambil bersenandung kecil untuk mengusir sepi, Yura berjalan menyusuri trotoar malam yang lengang. Dia baru saja hendak menyeberang jalan ketika seberkas cahaya silau memedihkan matanya dari arah samping. Tinnnnnnnnnnn! "Ravena... Sayang, bangun..." Gila! Gue transmigrasi?! jerit Yura dalam hati. "Axel, aku ingin membatalkan pertunangan kita." "Ravena Dracarys..." Axel berbisik rendah, suaranya terdengar seperti seringai iblis yang merayap di kulit. "Kau pikir... kau siapa bisa memutuskan untuk membatalkan pertunangan ini secara sepihak, hm?"

More details
WpActionLinkContent Guidelines