CEO MENCARI CINTA

CEO MENCARI CINTA

  • WpView
    Reads 6
  • WpVote
    Votes 0
  • WpPart
    Parts 14
WpMetadataReadComplete Wed, Apr 8, 2026
karya Chava De Noise Di dunia yang bergerak secepat kota Singapura, Luthan De Noise adalah definisi kesempurnaan-CEO muda, dingin, dan tidak pernah gagal. Hidupnya hanya tentang keputusan, kekuasaan, dan kendali. Sampai satu penerbangan biasa dari Jakarta mengubah segalanya. Sebuah kursi sederhana di pesawat. Seorang perempuan yang tidak ia kenal. Dan percakapan singkat... yang tidak bisa ia lupakan. Kamu. Tanpa nama. Tanpa latar belakang. Tanpa usaha untuk mengesankan. Namun justru itu-yang membuat Luthan berhenti. Untuk pertama kalinya. Ketika pertemuan tak sengaja itu berubah menjadi sorotan publik, dunia yang selama ini ia kendalikan mulai retak. Media memburu. Masa lalu mengintai. Dan perasaan yang tidak pernah ia rencanakan... tumbuh tanpa izin. Luthan punya dua pilihan- tetap menjadi CEO yang dingin dan tak tersentuh, atau mempertaruhkan segalanya... demi seseorang yang bahkan belum ia kenal sepenuhnya. Di tengah kota yang tidak pernah berhenti, akankah ia berani memilih untuk... tinggal? Atau justru kehilangan satu-satunya hal yang membuat hidupnya terasa nyata?
All Rights Reserved
#533
ganteng
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • The Imperfect Señorita
  • NINGRUM
  • Hot girl
  • Almost Married (END)
  • Kembang Desa
  • Nala dan Mas Juragan
  • Where They All Look At
  • SECOND TASTE
  • Kesayangan Mas Juragan!
  • R É G A L I S [REVISI]

"Temani Saya" 2 kata yang selalu terucap setiap 3 kali dalam seminggu dan selalu tetap seperti robot yang telah mendapatkan pemrograman. Tak ada cinta bagi Axel, dirinya hanya berlindung dalam kalimat "Saya hanya menyukai tubuhmu". "Kita fasih mendesah dalam gelap, tetapi bisu soal cinta dalam terang. Dan cemburu adalah satu-satunya bahasa jujur yang akhirnya berani kita ucapkan."

More details
WpActionLinkContent Guidelines