CINEMA - 시네마

CINEMA - 시네마

  • WpView
    Reads 11
  • WpVote
    Votes 5
  • WpPart
    Parts 6
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Thu, Jun 11, 2026
"Aku tidak pernah berniat masuk ke dunia siapa pun... karena aku tahu, aku tidak akan pernah pantas untuk tinggal di sana." - Eunji "Jangan pernah menghilang dari pandanganku... walau hanya satu menit. Selama aku masih bisa melihatmu, itu sudah cukup." - Hyun Wook "Kesalahan terbesarku adalah menjadi temanmu... tapi kebahagiaan terbesarku adalah aku tidak akan pernah kehilanganmu." - Seung Yoon Tidak semua cerita datang di waktu yang tepat. Kita sering tidak menyadari, bahwa memilih satu berarti kehilangan yang lain. Kami belajar... tidak semua yang terasa benar ditakdirkan untuk bersama. Karena pada akhirnya, setiap orang memiliki cinema-nya sendiri.
All Rights Reserved
#340
kdrama
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Pawang Hantu Om Aktor
  • Revenge Marriage (SELESAI)
  • The Dateline [END]
  • MINE, NO ONE ELSE (ON GOING)
  • Stand by Me (END+LENGKAP)
  • Nala dan Mas Juragan
  • Silent Traces by the Sea
  • DOMINEX | The Crime Lock
  • Be My Wife
  • I Won't Be the Tragic Fiancée (END)

"Saya bayar kamu seratus juta per bulan. Syaratnya cuma satu: jangan pernah lepas tangan saya tiap kali hantu sialan itu datang." Bagi Kanaya (22), pejuang skripsi yang sedang bokek parah dan kabur dari perjodohan klenik keluarganya, tawaran itu adalah jackpot. Bagi Arlan Dewantara (33), megabintang paling angkuh se-Asia Tenggara, sentuhan Naya adalah satu-satunya hal yang membuatnya tidak gila akibat diteror hantu masa lalunya sendiri. Demi menutupi kewarasan Arlan yang di ujung tanduk, sebuah kontrak Double Cover disepakati. Di depan media, Naya adalah asisten pribadi Arlan agar punya alasan logis tinggal satu penthouse. Di depan keluarga Naya, Arlan adalah pacar pura-puranya. Namun, saat genggaman tangan karena ketakutan itu perlahan berubah menjadi pelukan posesif di tengah malam... mampukah mereka bertahan hanya pada selembar kontrak bisnis semata?

More details
WpActionLinkContent Guidelines