Paradoks Atma [Aksara Atma Putra]

Paradoks Atma [Aksara Atma Putra]

  • WpView
    Reads 652
  • WpVote
    Votes 334
  • WpPart
    Parts 37
WpMetadataReadComplete Sun, Apr 19, 2026
Askara Atma Putra adalah remaja berusia 17 tahun yang hidup dalam kesepian di tengah keluarga yang menyimpan luka. Sebagai pendiri dan ketua geng motor THUNDER, Atma mencari pelarian dari kondisi mentalnya yang tidak biasa. Ia menderita Exploding Head Syndrome (EHS), sebuah gangguan yang membuatnya sering mendengar suara ledakan keras di dalam kepalanya, menciptakan rasa takut yang hanya bisa ia redam dengan deru mesin motor dan solidaritas teman-temannya di bawah bendera "Under One Sky, Under One Thunder". ​Namun, dunianya yang bising seketika berubah saat ia bertemu dengan Michella Deborah. Gadis manis dengan kamera yang selalu melingkar di lehernya itu hadir sebagai warna baru di sekolah. Bagi Atma, Michella-sosok yang mampu memberikan ketenangan di tengah badai di kepalanya. ​Kedekatan mereka menumbuhkan benih-benih cinta yang manis dan tulus. Namun, mereka segera membentur dinding raksasa yang tidak bisa dipanjat: perbedaan keyakinan. Atma dengan Islamnya, dan Michella dengan imannya sendiri. ​Di tengah deru motor, konflik internal geng THUNDER, dan perjuangan Atma melawan gangguan mentalnya, ia harus menghadapi kenyataan pahit bahwa mencintai Michella berarti menantang takdir. Apakah mereka akan terus memaksakan diri dalam sebuah paradoks, atau merelakan satu sama lain demi ketaatan pada Sang Pencipta?
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • MUKTI AGUNG
  • After the Fall
  • The Lost Cael (Selesai)
  • ENVELOVE
  • Halo Gus!!
  • PERIHELION
  • Tsundere Maniak Susu
  • Sialan, Ko Jadi Gini?! [END]
  • Bodyguard Salah Alur
  • TUNANGAN ANTAGONIST GILA

(Manipulatif, redflag) Terjadi penggerebekan di sebuah desa terpencil yang jauh dari kota, para warga desa berbondong-bondong mendatangi sebuah rumah saung yang terletak ditengah hamparan sawah yang ditumbuhi jagung. Laura berusaha menjelaskan, bahwa tidak terjadi apa-apa antara dirinya dan Mukti di rumah saung itu, namun tidak ada satupun yang mempercayai ucapannya, bahkan kedua orang tuanya pun tak percaya. Diam-diam, Mukti tersenyum melihat keputusasaan Laura, mungkin dikampung ini, hanya gadis itu yang tau bagaimana gilanya dia. "Rantai bernyawa ini, bakal susah dilepasin neng." bisik Mukti di telinga Laura.

More details
WpActionLinkContent Guidelines