Sagara Sabiru Laut adalah lelaki dari Malaysia yang tumbuh dengan kecintaannya pada laut. Baginya, laut bukan sekadar hamparan air asin yang luas, melainkan tempat di mana ia bisa menyembunyikan segala hal yang tak pernah ia ucapkan. Ombak yang datang dan pergi seolah menjadi bahasa yang ia pahami-tenang, dalam, namun menyimpan banyak hal yang tak terlihat oleh mata.
Di sisi lain, Yuliana Fasya, gadis Indonesia yang jatuh cinta pada hujan. Ia menyukai suara rintiknya yang lembut, aroma tanah basah yang menenangkan, dan langit kelabu yang seakan mengerti perasaannya. Hujan, bagi Yuliana, adalah cara dunia memeluknya tanpa harus bertanya apa yang sedang ia rasakan.
Mereka hidup di dua negara yang berbeda, menjalani kehidupan masing-masing tanpa pernah saling tahu. Hingga suatu hari, dunia virtual mempertemukan mereka-tanpa rencana, tanpa sengaja. Hanya sebuah percakapan sederhana yang awalnya terasa biasa saja, namun perlahan berubah menjadi sesuatu yang sulit dijelaskan.
Sagara yang terbiasa diam, mulai menemukan dirinya berbicara lebih banyak ketika bersama Yuliana.
Yuliana yang sering menyembunyikan perasaannya di balik hujan, mulai merasa ada seseorang yang benar-benar mendengarnya.
Hari demi hari, pesan-pesan yang mereka kirimkan bukan lagi sekadar kata, melainkan menjadi tempat pulang. Mereka saling mengenal lewat cerita-cerita kecil, kebiasaan, hingga luka yang tak pernah mereka ceritakan pada siapa pun sebelumnya.
Namun, seperti laut dan hujan yang tak selalu bertemu, hubungan mereka juga tidak sesederhana itu. Jarak menjadi nyata, waktu terasa berbeda, dan kenyataan perlahan menyusup di antara perasaan yang tumbuh.
Apakah laut bisa menunggu hujan selamanya?
Atau justru hujan yang akan berhenti jatuh sebelum sempat menyentuhnya?
Di antara ombak yang tak pernah benar-benar tenang dan hujan yang tak selalu turun, Sagara dan Yuliana harus menghadapi satu pertanyaan yang sama-
apakah cinta yang lahir dari dunia virtual mampu bertahan di dunia nyata?
Tous Droits Réservés