Jimin tidak pernah menyangka hidupnya akan terjebak dalam sebuah perjodohan. Lebih parahnya lagi, ia dijodohkan dengan Josh, pria berjuluk "Om" yang dingin, otoriter, dan terkenal akan posesifnya. Sejak awal pertemuan, Jimin dan Josh bak air dan minyak; setiap interaksi selalu diwarnai ketegangan dan perbedaan pendapat. Bagi Jimin, Josh adalah klaim paksa yang merenggut kebebasannya, sebuah belenggu emas yang tidak ia inginkan. Ia membenci setiap aspek dari perjodohan ini, terutama perasaan terintimidasi setiap kali tatapan tajam Josh menguncinya.
Josh, dengan segala kekuasaan dan ambisinya, tak pernah peduli pada penolakan Jimin. Perjodohan ini adalah bagian dari rencananya, dan Jimin adalah 'miliknya'. Namun, di balik sikap posesif dan klaimnya yang tak terbantahkan, Josh mulai melihat lebih dari sekadar objek perjodohan pada diri Jimin. Ia melihat semangat yang tak pernah padam, keberanian yang tersembunyi, dan pesona yang perlahan meluluhkan dinding es dalam hatinya.
Seiring waktu, di tengah intrik keluarga, kesalahpahaman, dan konflik yang tak ada habisnya, batas antara benci dan cinta mulai mengabur. Bisakah Jimin menemukan kebahagiaan dalam "cinta yang terpaksa" ini? Atau justru ia akan terjebak selamanya dalam "klaim sang Om" yang perlahan terasa tak lagi seperti belenggu, melainkan pelukan?
Ikuti kisah Josh dan Jimin dalam perjalanan mereka dari kebencian yang dipaksakan, menuju cinta yang tak terduga, di mana takdir mengklaim lebih dari sekadar perjodohan.
All Rights Reserved