PUBER satu frekuensi( beda sinyal)

PUBER satu frekuensi( beda sinyal)

  • WpView
    Reads 46
  • WpVote
    Votes 17
  • WpPart
    Parts 7
WpMetadataReadMatureOngoing
WpMetadataNoticeLast published Tue, May 19, 2026
Bagi gadis secantik Ghea, ibarat akun Instagram yang feeds-nya dikurasi sempurna: estetik, dingin, dan nggak tersentuh. Tapi di balik layar iPhone 13-nya, Ghea cuma remaja yang lagi berantakan. Dia punya satu rahasia yang disimpan rapat-rapat dalam playlist Spotify berjudul "Sampah Perasaan Vol. 4". Isinya? Semua hal yang nggak sanggup dia omongin langsung-termasuk rasa asing di rumahnya sendiri. ​Malam itu, jam dua pagi yang sunyi, dunia Ghea runtuh. Niatnya mau pamer selera musik di bio IG, jarinya malah kepeleset. Satu klik, satu link mendarat bebas di grup kelas. ​Sialnya, Arlan yang dapet. ​Arlan itu definisi cowok berisik. Humas sekolah yang hobi tebar pesona dan kayaknya nggak pernah punya beban hidup. Tapi siapa sangka, cowok yang biasanya cuma dengerin lagu Top Chart itu malah jadi satu-satunya orang yang paham kenapa Ghea dengerin lagu-lagu ngenes di jam dua pagi. ​Sekarang, Ghea terjebak dalam frekuensi aneh Arlan. Di sekolah mereka pura-pura jadi orang asing yang canggung, tapi di balik layar ponsel, ada sinyal yang pelan-pelan mulai tersambung. ​Masalahnya, di dunia puber yang penuh gengsi dan algoritma cemburu, apakah cukup hanya dengan "satu frekuensi" kalau nyatanya mereka hidup di gelombang yang berbeda? banyak rahasia yang tak mereka bagi ke luar. ​
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Trouble Maker
  • Target Si Supir
  • The Antagonis Hates Socializing [End]
  • ELIAN ✓
  • Auto Save!
  • ELION (bl)
  • Desa Jragat [End] [Revisi]
  • 𝐓𝐞𝐦𝐞𝐧?
  • Lysander Lowell De Villiers
  • Halo, Kanael!

Di tengah keluarga besar Alden, muncul seorang anak yang gak jelas asal-usulnya. "Oke. Kasih aja kamar itu buat dia, aku gak butuh. Gak usah aja ada kamar aku lagi di sini. Toh gak bakal digunain juga. Bye!"

More details
WpActionLinkContent Guidelines