"Di Kediri, cinta bukan sekadar urusan dua jantung, melainkan izin dari mereka yang sudah lama tiada."
Arlan kembali ke tanah kelahirannya hanya untuk memotret realitas. Namun, di tepian Sungai Brantas, ia justru menemukan Kirana-seorang penari yang terikat sumpah kuno dan hitungan weton yang mematikan. Saat kamera Arlan menangkap bayangan masa lalu yang tak masuk akal, ia sadar bahwa kepulangannya adalah untuk melunasi utang darah yang ditinggalkan kakeknya.
Di antara aroma tembakau, kabut Gunung Klotok, dan kutukan Weton Pegat, apakah logika Arlan cukup kuat untuk melawan takdir? Ataukah mereka hanya akan menjadi sisa sesaji yang hanyut di aliran Brantas?
All Rights Reserved