We've updated our Content Guidelines.
Review the latest guidelines to keep sharing stories safely.
Skala Kelabu

Skala Kelabu

  • WpView
    Reads 570
  • WpVote
    Votes 87
  • WpPart
    Parts 5
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sat, Aug 8, 2026
WpInfo
Fanfic
Enhypen
Skala tumbuh dalam dunia yang tidak pernah benar-benar menginginkannya. Sejak kecil, hidupnya dipenuhi luka. Rumah yang seharusnya menjadi tempat berlindung justru menjadi sumber ketakutan. Setelah berhasil keluar dari masa lalu itu, ia tidak menemukan kehangatan, hanya kesunyian yang berbeda bentuk. Hari-harinya berjalan tanpa warna, tanpa seseorang yang benar-benar tinggal di sisinya. Ia tidak dibenci. Namun juga tidak pernah diterima. Hidupnya terus berjalan seperti itu. Tenang, kosong, dan perlahan menghilang seolah-olah takdirnya memang ditulis untuk berakhir dalam diam. Namun, di dunia yang seharusnya tidak berubah itu, seseorang datang. Tanpa peringatan. Tanpa alasan yang bisa dipahami. Dia Evan. Seorang asing yang tidak seharusnya ada, tiba-tiba berdiri di dalam hidup Skala dan untuk pertama kalinya, memilih untuk tetap tinggal. Membawa sesuatu yang asing bagi Skala. Perhatian, kehangatan, dan hal-hal yang bahkan tidak pernah berani ia harapkan. Dan sejak saat itu, dunia yang seharusnya tetap sama mulai berubah. #HeeHoon
All Rights Reserved
#110
heeseung
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • JEEVANA
  • Secretary Or Mommy? || HIATUS
  • [BL Transmigrasi] Male Concubine [✓]
  • Love at Time's Brink [PROSES TERBIT]✔️
  • Given || Ju Jihoon
  • NIGHT NOISES || 🌴🦌 [END]
  • KUASA DUNIAWI(Transmigrasi BL)
  • Second
  • I Want to Live [END]
  • The King & The Doctor
JEEVANA

"Gue terpaksa nikah sama lo, demi bayi yang ada di perut lo." Kata-kata itu jatuh seperti pisau yang menancap tepat di hati Kiana Alisha. Pernikahan yang seharusnya menjadi momen bahagia, kini hanya terasa seperti hukuman. Ia tidak diinginkan. Bukan sebagai istri, bukan sebagai seseorang yang layak dicintai. Pria di hadapannya, sosok yang dingin dan kasar, menikahinya bukan karena cinta-hanya karena tanggung jawab, Tatapan matanya tajam, seolah berkata bahwa semua ini hanya sementara. Bahwa setelah bayi itu lahir, segalanya akan berakhir semuanya. Namun, takdir selalu punya cara untuk mempermainkan hati manusia. Dalam kebencian, mungkin terselip perasaan yang tak terduga?

More details
WpActionLinkContent Guidelines