Surat Untuk Ayah

Surat Untuk Ayah

  • WpView
    Reads 2
  • WpVote
    Votes 0
  • WpPart
    Parts 2
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sun, Apr 26, 2026
Ayah, ku tuliskan semua perasaanku disini, sebab sangat banyak hal yang berat sekali untuk ku ucap langsung kepada ayah. Ayah aku bingung, entah bagaimana lagi aku harus berusaha kembali mencintai dan melihat ayah seperti dulu, seperti ayah dimasa kecilku. Di usiaku yang sebentar lagi 23 tahun, aku si anak pertama ayah ini memilih untuk menuangkan isi hatiku dengan tulisan, yang entah kapan bisa ayah baca.
All Rights Reserved
#212
isihati
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Tumbuh Dengan Luka
  • Mas Masinis
  • One Shot Desire 21+
  • The Devil in a Bunny Suit
  • NEALINE : Blood and Ice Cream
  • SANGGAR GSKY🐎
  • Pernikahan Rumit
  • THE HEIRESS 1975

Dulu, Devan adalah kebanggaan. Kini, ia tak lebih dari sesosok "serangga" yang kehadirannya tak diinginkan. Satu insiden di masa kecil meninggalkan bekas luka di wajahnya, sekaligus menghapus namanya dari hati kedua orang tuanya. Di rumah, ia diabaikan; di sekolah, ia dihina sebagai monster. Devan tetap tegak meski badai cacian menghantamnya setiap hari. Namun, di balik ketegarannya, Devan menyimpan rahasia yang mematikan. Ada bom waktu bernama kanker otak dan sumsum tulang belakang yang perlahan merenggut nyawanya. Devan memilih bungkam, membiarkan rasa sakit itu menjadi rahasia antara dirinya dan bi Inah, satu-satunya orang yang masih menganggapnya manusia. Ketika waktu Devan kian menipis, akankah keluarganya sadar bahwa mereka telah membuang permata yang hampir redup? Ataukah penyesalan baru akan datang saat Devan benar-benar tak lagi ada? "Jangan cari aku saat aku sudah tak ada, karena saat itu, lukaku sudah benar-benar sembuh."

More details
WpActionLinkContent Guidelines