Terperangkap Obsesi || Saldik

Terperangkap Obsesi || Saldik

  • WpView
    Reads 21,166
  • WpVote
    Votes 2,281
  • WpPart
    Parts 22
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Thu, May 28, 2026
Maaf," suara Isal terdengar berat, serak, dan mengalun rendah di telinga Dika, sukses membuat bulu kuduk pemuda itu meremang. Tangan besar Isal terulur, merapikan kerah kemeja Dika dengan gerakan lambat sebuah sentuhan posesif yang disamarkan sebagai permintaan maaf. "Gue nggak sengaja. Lo nggak apa-apa... manis?" Gue cowok tulen, ya! Jangan panggil gue manis!" Dika menepis tangan Isal dengan kasar dan segera bergegas masuk ke toilet, berusaha mengabaikan jantungnya yang entah kenapa berdebar memompa darah terlalu cepat
All Rights Reserved
#11
reza
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • this forced matchmaking
  • Dari Benci Jadi Takut Kehilangan 🔞[END]
  • MUSUHKU ADALAH PACARKU | | SALDIK
  • FRIENDSHIT‼️
  • Dijodohkan Dengan CEO Posesif [saldik]
  • ■PERIAS ITU HANYA MILIK BOPO TAMPAN👑
  • Bad Boy's | Saldik
  • Sang pembully dan..?? || Saldik
  • SALDIK ll f4 END.
  • RIVAL - SALDIK

Di SMA Garuda, sebuah sekolah khusus laki-laki, nama Affan Faisal (Isal) dan Andika Ari Pradana (Dika) sudah seperti bensin dan api. Kalau mereka berada di satu koridor yang sama, seluruh siswa sudah paham untuk segera menyingkir jika tidak mau kena imbasnya. Isal adalah tipe cowok yang meledak-ledak, sedangkan Dika punya mulut pedas yang selalu tahu cara memancing emosi. Pagi itu, di kantin yang penuh asap rokok tersembunyi dan tawa keras, tensi mendadak naik. "Woi, minggir lo. Mata lo di dengkul?" hardik Isal saat bahunya bersenggolan dengan Dika di pintu kantin. Dika menyeringai, menatap Isal dengan pandangan merendah. "Jalan segede ini masih kurang buat badan lo yang kaku itu? Makanya, jangan kebanyakan gaya." "Anj*ng ya lo, ngajak ribut terus!" Isal menarik kerah baju Dika. "Bact! Maju sini kalau berani, ti!" balas Dika tak kalah kasar. kepo?? bacaa ajaaaa

More details
WpActionLinkContent Guidelines