BENCI MENJADI SUKA

BENCI MENJADI SUKA

  • WpView
    Reads 2,946
  • WpVote
    Votes 177
  • WpPart
    Parts 30
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Thu, Apr 23, 2026
WpInfo
Fiction
Romance
Trian dan Adila tidak pernah akur sejak pertama kali bertemu. Perbedaan sifat yang mencolok membuat mereka selalu terlibat dalam perdebatan-Trian yang keras kepala dan blak-blakan, sementara Adila dikenal dingin dan penuh prinsip. Setiap pertemuan terasa seperti medan perang kecil yang tak pernah usai. Namun, takdir seolah memiliki rencana lain. Dalam situasi yang memaksa mereka untuk bekerja sama, perlahan dinding kebencian mulai retak. Di balik sikap menyebalkan Trian, Adila mulai melihat ketulusan yang tersembunyi. Begitu pula Trian, yang diam-diam mengagumi keteguhan hati Adila. Perasaan yang awalnya hanya sekadar toleransi berubah menjadi perhatian, lalu tanpa disadari tumbuh menjadi sesuatu yang lebih dalam. Tapi masa lalu, ego, dan luka yang belum sembuh menjadi ujian besar bagi keduanya. Akankah mereka berani mengakui perasaan yang tumbuh dari kebencian? Atau justru kembali terjebak dalam jarak yang mereka ciptakan sendiri? Sebuah kisah tentang bagaimana benci bisa berubah menjadi cinta, ketika dua hati belajar memahami, bukan sekadar menilai.
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Nala dan Mas Juragan
  • Salah Status [END]
  • Prahara Lamaran [END]
  • Kembang Desa
  • Nakula
  • Hello Mr. Komrad (Complete)
  • Stand by Me (END+LENGKAP)
  • Rencana Pensiun Dini Nona Villain
  • EGLLAR MY PERFECT HUSBAND [END]

Setelah menyelesaikan kuliahnya, Kanala Ayudia Kirana (22) diminta oleh keluarganya untuk pulang ke kampung halaman dan tidak perlu bersusah payah mencari pekerjaan di ibu kota. Namun, Nala menolak dengan alasan tidak ingin menyia-nyiakan gelar di belakang namanya. Ia bersikeras ingin mencari pengalaman kerja selama satu tahun terlebih dahulu sebelum benar-benar menetap di kampung. Keluarganya akhirnya menyetujui, dengan satu syarat: Nala hanya boleh bekerja selama satu tahun, tidak lebih. Sayangnya, baru tiga bulan bekerja di salah satu perusahaan ternama, Nala menyerah. Tekanan pekerjaan yang tinggi dan lingkungan kantor yang tidak sesuai dengan ekspektasinya membuatnya kehilangan semangat. Ia pun memutuskan untuk mengundurkan diri dan berdiam diri di kosan, tanpa keberanian untuk memberi tahu keluarganya. Raras-ibu Nala-yang kemudian mengetahui anak bungsunya sudah tidak bekerja lagi, segera mendesaknya untuk pulang. Sebelum Nala sempat menolak, Raras lebih dulu mengancam tidak akan lagi mengirimkan uang bulanan. Terpojok dan kehabisan pilihan, Nala akhirnya menyerah. Ia berkemas dan pulang ke kampung halamannya. Namun siapa sangka? Di antara hamparan sawah dan hari-hari yang membosankan di warung milik ayahnya, hadir Hanggara Wiratama (31), juragan tanah sekaligus pemilik peternakan ayam terbesar di desa tetangga, selain itu ia juga menjalankan usaha jual-beli beras yang ia bangun dari nol, tak lupa dengan usahanya di kota yang tidak banyak diketahui orang. Sosoknya yang tenang dan apa adanya membuat Nala belajar bahwa pulang bukan berarti kalah, melainkan menemukan tempat untuk tumbuh. Bersamanya, Nala menyadari bahwa tidak semua mimpi harus dikejar jauh ke kota, sebagian justru menunggu untuk ditemukan di rumah.

More details
WpActionLinkContent Guidelines