Ne-am actualizat Ghidul de Conținut.
Consultă cele mai recente reguli pentru a continua să distribui povești în siguranță.
Află mai multe
Where Rain Belongs

Where Rain Belongs

  • WpView
    LECTURI 1
  • WpVote
    Voturi 0
  • WpPart
    Capitole 1
WpMetadataReadÎn curs de desfăşurare
WpMetadataNoticeUltima publicare joi, apr 9, 2026
WpInfo
Ficțiune
Dragoste
Etichetebxb
Kadang aku berdiri lama di depan cermin, mencoba menemukan apa yang membuatku berbeda. Wajahku sama seperti yang lain dua mata, satu hidung, satu mulut. Namun di balik kulit ini, ada sesuatu yang tak pernah bisa kujelaskan. Sesuatu yang membuatku merasa seperti tamu di tubuhku sendiri. Aku tidak pernah memilih untuk menjadi seperti ini. Aku hanya tumbuh, seperti rumput yang hidup tanpa tahu ke mana arah angin akan membawanya. Aku hanya berjalan, tanpa sadar kapan langkahku mulai menjauh dari jalur yang mereka sebut normal. Dan saat akhirnya aku menyadarinya, semuanya sudah terlambat. Dunia terlanjur memandangku dengan cara yang berbeda. Mereka menyebutku menyimpang. Sebuah kata yang terdengar seperti vonis-seperti palu hakim yang jatuh tepat di atas nama yang dulu kubanggakan. Aku, Ryan, kini menjadi seseorang yang bahkan sulit dipahami oleh keluargaku sendiri. Mereka bertanya kenapa, seolah aku memiliki jawabannya. Padahal aku juga tidak tahu. Aku hanya mengerti satu hal: hatiku mencintai dengan cara yang berbeda, dan aku tak punya kuasa untuk mengubahnya. Di malam-malam sunyi, aku sering bertanya pada langit, pada Tuhan yang diam di antara bintang-bintang. Apakah aku salah diciptakan?Apakah aku harus terus berpura-pura menjadi orang lain hanya agar mereka tersenyum? Aku lelah, lelah berpura-pura tertarik pada hal yang tak pernah benar benar kurasakan. Lelah membohongi diriku sendiri setiap kali bercermin. Lelah menelan kata-kata yang ingin keluar, tapi terlalu takut untuk hidup di udara bebas. Namun, di balik semua rasa bersalah itu, ada bagian kecil dalam diriku yang masih ingin hidup jujur. Sebuah suara lirih yang berbisik, "Kau berhak bahagia, Ryan." Mungkin aku berbeda, tetapi aku tetap manusia. Aku masih bisa mencintai, terluka, dan berharap. Aku masih bisa bermimpi tentang dunia di mana perbedaan bukan alasan untuk dibenci.
Toate drepturile rezervate
Alătură-te celei mai largi comunități de povestiri din lumePrimește recomandări personalizate de povești, salvează-ți favoritele în biblioteca ta și comentează și votează pentru a-ți dezvolta comunitatea.
Illustration

S-ar putea să-ți placă și

  • Nala dan Mas Juragan
  • Kembang Desa
  • EGLLAR MY PERFECT HUSBAND [END]
  • Prahara Lamaran [END]
  • Rencana Pensiun Dini Nona Villain
  • Salah Status
  • Nakula
  • Stand by Me (END+LENGKAP)
  • Hello Mr. Komrad (Complete)

Setelah menyelesaikan kuliahnya, Kanala Ayudia Kirana (22) diminta oleh keluarganya untuk pulang ke kampung halaman dan tidak perlu bersusah payah mencari pekerjaan di ibu kota. Namun, Nala menolak dengan alasan tidak ingin menyia-nyiakan gelar di belakang namanya. Ia bersikeras ingin mencari pengalaman kerja selama satu tahun terlebih dahulu sebelum benar-benar menetap di kampung. Keluarganya akhirnya menyetujui, dengan satu syarat: Nala hanya boleh bekerja selama satu tahun, tidak lebih. Sayangnya, baru tiga bulan bekerja di salah satu perusahaan ternama, Nala menyerah. Tekanan pekerjaan yang tinggi dan lingkungan kantor yang tidak sesuai dengan ekspektasinya membuatnya kehilangan semangat. Ia pun memutuskan untuk mengundurkan diri dan berdiam diri di kosan, tanpa keberanian untuk memberi tahu keluarganya. Raras-ibu Nala-yang kemudian mengetahui anak bungsunya sudah tidak bekerja lagi, segera mendesaknya untuk pulang. Sebelum Nala sempat menolak, Raras lebih dulu mengancam tidak akan lagi mengirimkan uang bulanan. Terpojok dan kehabisan pilihan, Nala akhirnya menyerah. Ia berkemas dan pulang ke kampung halamannya. Namun siapa sangka? Di antara hamparan sawah dan hari-hari yang membosankan di warung milik ayahnya, hadir Hanggara Wiratama (31), juragan tanah sekaligus pemilik peternakan ayam terbesar di desa tetangga, selain itu ia juga menjalankan usaha jual-beli beras yang ia bangun dari nol, tak lupa dengan usahanya di kota yang tidak banyak diketahui orang. Sosoknya yang tenang dan apa adanya membuat Nala belajar bahwa pulang bukan berarti kalah, melainkan menemukan tempat untuk tumbuh. Bersamanya, Nala menyadari bahwa tidak semua mimpi harus dikejar jauh ke kota, sebagian justru menunggu untuk ditemukan di rumah.

Mai multe detalii
WpActionLinkLinii directoare referitoare la conținut