Bagi Gavin, Liora adalah dermaga. Tempat paling tenang untuk bersandar setiap kali dunianya sedang tidak baik-baik saja. Bagi Liora, Gavin adalah satu-satunya arah yang ia tuju. Namun, ia lupa satu hal, dermaga diciptakan untuk tempat singgah, bukan tempat untuk menetap selamanya. Saat Clara datang membawa warna yang tidak bisa Liora berikan, Liora mulai menyadari posisinya. Ia adalah rumah yang pintunya selalu terbuka, namun pemiliknya lebih memilih untuk berpindah ke lain hati. Seberapa lama Liora bisa bertahan menjadi tempat pulang, saat ia tahu Gavin tidak pernah berencana untuk menetap?
Más detalles