DESIDERIUM

DESIDERIUM

  • WpView
    Reads 2,582
  • WpVote
    Votes 364
  • WpPart
    Parts 6
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Thu, Apr 23, 2026
Untuk menghentikan peperangan antara Dewa dan Demon sekaligus menyelamatkan manusia dari dampak peperangan ini, Kaisar demon mengajukan sebuah persyaratan, yaitu : bangsa dewa harus memberikan seorang pengantin sebagai jaminan perdamaian, sebagai bukti bersatunya dua bangsa telah bersatu. Bangsa dewa kemudian meminta Long Shen, Dewa naga dari Klan naga putih terakhir untuk dikirim sebagai jaminan perdamaian, penolakan bukan sebuah opsi yang disediakan untuk Long Shen. Long Shen tidak pernah menyangka bahwa dunia bawah tidak seburuk apa yang dirinya ketahui dari apa yang telah dia pelajari. Yuan Wuhuo, memperlakukannya dengan baik, membuatnya menjadi lebih hidup, menikmati hidup lebih dari dirinya berada di dunia atas. Namun, Long Shen lupa, jika para tetua tidak pernah meninggalkannya begitu saja, mereka memiliki tujuan yang tidak pernah Long Shen ingin penuhi, sedikit pun. Membunuh Kaisar Demon agar Langit masih memiliki wajah di mata seluruh makhluk . . . Yuan Wuhuo x Long Shen Veil of Shadows Fanfiction.
All Rights Reserved
#4
lijie
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • LONCENG YANG RETAK
  • Protect Mother Dragon
  • HIDDEN INSTINCT
  • Tiba-tiba Naga
  • HEAVEN'S BLIND [ DANMEI ]
  • Tian'er | SHORT STORY [END]
  • MATA NAGA HATI IBLIS [END]
  • The Emperor's General: An Unbreakble Bond
  • Destiny (ZhuYi)
  • The Unspoken Threads

"Setelah seratus tahun kesepian yang membosankan," suara MingHao terdengar rendah, seperti getaran harpa yang rusak namun indah. "Mereka mengirimkan seorang anak manis dengan lonceng yang berisik." "Hou MingHao, segelmu telah melemah. Aku di sini untuk mengembalikanmu ke dalam kegelapan yang seharusnya menjadi tempatmu." "Kau sangat cantik untuk seseorang yang membawa maut," bisik MingHao, jarinya mengusap bibir bawah Jia Rui dengan lembut, seolah sedang membelai kelopak bunga yang rapuh. "Bibirmu gemetar, Pengusir Setan kecil. Apakah itu karena takut... atau karena kau menyadari betapa indahnya kehancuran yang aku tawarkan?"

More details
WpActionLinkContent Guidelines