"Setelah seratus tahun kesepian yang membosankan," suara MingHao terdengar rendah, seperti getaran harpa yang rusak namun indah. "Mereka mengirimkan seorang anak manis dengan lonceng yang berisik." "Hou MingHao, segelmu telah melemah. Aku di sini untuk mengembalikanmu ke dalam kegelapan yang seharusnya menjadi tempatmu." "Kau sangat cantik untuk seseorang yang membawa maut," bisik MingHao, jarinya mengusap bibir bawah Jia Rui dengan lembut, seolah sedang membelai kelopak bunga yang rapuh. "Bibirmu gemetar, Pengusir Setan kecil. Apakah itu karena takut... atau karena kau menyadari betapa indahnya kehancuran yang aku tawarkan?"
More details