Demi Mereka

Demi Mereka

  • WpView
    Reads 63
  • WpVote
    Votes 25
  • WpPart
    Parts 6
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Fri, May 1, 2026
Rana hanyalah sebatang lilin yang rela membakar dirinya sendiri demi menerangi rumah yang gelap. Di mata Ayah dan Ibu, prestasinya selalu membayang di bawah kilau basket sang adik, Dika. Saat vonis mati datang menghampiri, Rana memilih bungkam dan menabung sisa napasnya untuk sebuah warisan terakhir. Sebuah kisah tentang pengorbanan yang tak terdengar, rahasia yang disimpan rapat, dan penyesalan yang datang saat api telah benar-benar padam. Akankah permintaan maaf itu sempat terucap sebelum lilin terakhir itu benar-benar habis tak bersisa? Jangan lupa follow, vote, dan komen ya! (Jika suka aja, kalau nggak suka boleh skip/out). Terima kasih sudah mampir!
All Rights Reserved
#612
pilihkasih
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • TUNANGAN ANTAGONIST GILA
  • The Girl Who Was Never Written
  • Halo Gus!!
  • Figuran Tanpa Peran [END]
  • ARCHIO KENZO [ END ]
  • GALAKSI [HIATUS]
  • MUKTI AGUNG
  • Tsundere Maniak Susu
  • After the Fall
  • The Lost Cael

Mati konyol ditabrak truk adalah satu hal, tapi terbangun sebagai tunangan seorang psikopat kaya raya adalah hal lain. Glacey terjebak dalam tubuh gadis yang ditakdirkan mati di tangan tunangannya sendiri, Elang. Masalahnya, Elang bukan sekadar tampan, dia adalah antagonis red flag berjalan yang terobsesi setengah mati pada si protagonis suci, Aurora. Saat Elang mengamuk dan menghancurkan apartemen karena cinta tak berbalas, Glacey tidak menangis ketakutan. Baginya, setiap vas bunga yang pecah adalah peluang emas. "Elang, kalau uangmu jadi beban untuk mendapatkan cinta Aurora yang sederhana, buang saja padaku. Aku rela menderita demi kekayaanmu!" Di antara ancaman pembunuhan yang mendebarkan dan momen kemesraan Elang-Aurora yang membuatnya mual, Glacey sibuk menguras brankas, mengoleksi Rolex, dan mengisi Black Card. Rencananya sederhana: Kumpulkan uang sebanyak mungkin, lalu kabur sebelum plot kematian menjemputnya. Namun, mampukah Glacey tetap menjadi "bayangan" saat Elang mulai curiga kenapa tunangannya jauh lebih mencintai emas batangan daripada nyawanya sendiri?

More details
WpActionLinkContent Guidelines