Before Midnight

Before Midnight

  • WpView
    LECTURAS 14
  • WpVote
    Votos 3
  • WpPart
    Partes 2
WpMetadataReadContinúa
WpMetadataNoticeÚltima publicación sáb, abr 11, 2026
Bagi dunia, Sienna Calaluna Arundhati hanyalah bayangan samar di tengah riuhnya koridor sekolah, Ketenangan yang ia bangun mendadak terusik saat sebuah kotak misterius mendarat di depan pintunya. Di dalamnya, beralaskan kain satin hitam, sepasang sepatu kaca berkilauan membawa sebuah peringatan "Wear this. But remember, leave before midnight." Di malam itu, Ia menjelma menjadi pusat semesta di tengah pesta , membius setiap pasang mata dengan kecantikan nya. Namun, tepat saat jam berdentang dua belas kali, keajaiban itu menagih harganya. Sihir itu tidak hanya luruh ia menghapus setiap jejak kehadiran Sienna dari ingatan semua orang. Seolah-olah, malam itu hanyalah sebuah glitch dalam sistem yang tak pernah terjadi. Keesokan harinya, Sienna kembali menjadi asing. Ia kembali menjadi gadis tak kasat mata di pojok kelas. Dunianya kembali normal, atau setidaknya itu yang ia pikirkan, sampai Skala Dewa Bimantara berdiri di hadapannya. Mata Skala justru terkunci pada bekas cakaran kucing di punggung tangan Sienna. Satu-satunya detail yang gagal dihapus oleh keajaiban mana pun. "Lo lari cepet banget tadi malem," suara Skala rendah "Ada yang ngejar, atau lo emang lagi nyoba jadi Cinderella?"
Todos los derechos reservados
#108
teenfiction
WpChevronRight
Únete a la comunidad narrativa más grandeObtén recomendaciones personalizadas de historias, guarda tus favoritas en tu biblioteca, y comenta y vota para hacer crecer tu comunidad.
Illustration

Quizás también te guste

  • GRAVARENZO
  • I'm Not Just a Figuran
  • Transmigrasi Ziora
  • GHAIKA (REVISI)
  • ATLANTIS 2: PANGLIMA
  • The Time
  • Tsundere Maniak Susu
  • Berandalan di Mata Sang Tuan Muda.
  • Blueprint Pelarian Villain
  • EVANESCENT

[FOLLOW SEBELUM MEMBACA] Gravarenzo Kairos Ferdezeus. Meski berwajah datar pemuda tampan yang menjabat sebagai Ketua geng DrakeZeus itu memiliki pembawaan yang tenang. Namun justru ketenangan itulah yang menjadi sumber ketakutan terbesar bagi banyak orang, membuat siapa pun berpikir dua kali untuk berani mengusiknya. Tapi tidak bagi perempuan yang satu ini. Alih-alih gentar untuk mendekat, ia justru menerobos. Meski sadar bahwa perasaan cintanya kerap berakhir dengan penolakan, ia tak pernah memilih untuk menyerah. Hingga akhirnya, sebuah kesempatan hadir, membuka awal baru yang tak pernah disangka oleh keduanya....

Más detalles
WpActionLinkPautas de Contenido